Komponen Mobil yang Diperiksa Pasca-Mudik

Kompas.com - 06/10/2008, 09:38 WIB

Setelah mobil "diperas" pergi-pulang untuk tujuan bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman, ada baiknya diperiksa kembali. Apalagi baru kembali Sabtu atau Minggu (4 dan 5/10), tentu belum ada bengkel yang buka dan baru hari ini menerima servis.

Perlu diketahui, selama melakukan perjalanan kendaraan tentu menempuh jarak cukup jauh.  Katakanlah, Jakarta-Surabaya plus putar-putar tempat saudara plus mengunjungi beberapa obyek wisata bisa mencapai 2.300 km. Atau Jakarta-Semarang ditambah kegiatan lainnya bisa menghabiskan 1.500 km.

Selain kerja mesin, beban mobil juga lebih berat. Belum lagi kondisi jalan membuat komponen pada bagian kaki-kaki juga memikul beban yang sama dengan mesin. Seperti sokbreker dan keempat roda."pemeriksaan lebih diutamakan komponen-komponen under body seperti tie-rod, suspensi dan rem," jelas Novi Feryanto, kepala bengkel Tunas Toyota Bintaro, Jakarta Selatan.

Nah, untuk bolos kerja guna menormalkan kembali kondisi mobil, jelas tidak mungkin. Ada dua tahap yang bisa dilakukan. Pertama, pemeriksaan dilakukan sendiri dan yang kedua membawa ke bengkel.

Di sini akan dipandu, apa saja yang dilakukan sendiri.

1. Cuci mobil segera. Bila dilakukan sendiri masih kurang bersih, terutama bagian kolong. Apalagi di kota tujuan dekat dengan laut (seperti di Tanjung Mas, Semarang, Perak, Surabaya dan Cirebon) bisa menimbulkan korusi. Sebaiknya bawa ke tukang cuci untuk di steam. Bisa dibawa saat jam istirahat makan siang (pilih tempat cucinya yang ada bengkelnya juga).

2. Setelah dicuci, sekalian Spooring roda. Karena mungkin selama perjalanan sempat menghajar lobang atau melindas batu (sekalian saat mencuci mobil).

3. Bila masih punya waktu,minta diperiksa kampas rem. Karena komponen ini kerjanya cukup berat. Biasanya jarak tekan pedal tambah dalam. 

4. Sekalian cek tie-rod, ball joint, baut-baut pada suspensi dan kaki-kaki.

Dilakukan sendiri sebelum berangkat kerja
5.Periksa air aki. Bila ada yang sudah mendekati batas minimal (low) segera tambahkan dengan air aki (yang khusus untuk menambah). Karena bila sampai kering akan merusak sel (Untuk langkah yang ini dan seterusnya ke bawah bisa dilakukan sebelum berangkat kerja).

6.Periksa kapasitas oli mesin lewat tongkat pengukur. Kalau kualitas oli, karena sebelum berangkat sudah diganti, masih bisa dipakai. Tapi kalau mau aman, sebaiknya ganti baru karena walau baru menempuh 2.000 km, kerja mesin cukup berat

7.Cermati V-belt, baik kondisi maupun kerenggangannya. Jika kendor akan mengeluarkan suara mendecit.

8.Keluarkan saringan udara dari rumahnya. Bersihkan dengan cara disemprot pakai kompresor (dari sisi dalam ke luar) ke bilah-bilah saringan. Bila tak punya kompresor, bisa dengan cara saringannya  di ketok-ketok (tapi kurang maksimal).

9.Untuk mobil masih menggunakan karburator bersihkan dengan cairan khusus. Sedang yang menganut injeksi bisa memakai Injector Cleaner.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau