Puluhan PNS Mangkir, Satu Orang Terancam Turun Pangkat

Kompas.com - 06/10/2008, 10:34 WIB

JAKARTA, SENIN — Wakil Gubernur DKI Prijanto melakukan sidak di Kantor Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta pada hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran, Senin (6/10).

Dalam sidak ini, Prijanto yang didampingi oleh Sekda Muhayat dan Biro Humas Purba Hutapea mendapati puluhan pegawainya tidak masuk karena berbagai alasan. Satu orang dipastikan akan diproses lebih lanjut dengan sanksi penurunan pangkat.

"Dari sekian banyak pasti ada contohnya, yang namanya Mahfud. Waktu Lebaran dulu telat dan suka bolos. Sekarang diberi sanksi verbal terus dikasih keputusan untuk penurunan pangkat. Ya ini, dalam rangka pembinaan," ujar Prijanto di Balai Kota. Prijanto melakukan sidak setelah pukul 08.30 di dua lantai di Gedung Balai Kota, yaitu di lantai 6 dan lantai 10.

Berdasarkan keterangan Kasubag TU Adminidtrasi Wilayah Endah Suryani, sebenarnya Mahfud telah dipanggil berulang kali sebelumnya bahkan diberi teguran tertulis. Namun tahun ini, Mahfud tetap mengulangi kesalahannya.

Di lantai 6 yang merupakan ruangan Biro Kepegawaian Daerah, dari total 175 pegawai, Prijanto memperoleh laporan hanya 160 pegawai yang masuk. Sementara itu, di lantai 10, dari total 106 pegawai hanya 86 pegawai yang masuk. Alasan kealpaan para pegawai ini bermacam-macam, seperti cuti, izin, sakit, tugas belajar, dan dinas luar.

"Enggak ada toleransi, salah ya salah sesuai hukum. Tapi artinya mengapa selalu ada, kan manusia ada kepentingan masing-masing mulai dari angkutan enggak dapat, anggota keluarga sakit, dan sebagainya," ujar Prijanto.

Prijanto mengaku memberikan kewenangan kepada setiap kepala dinasnya untuk mengatasi masalah kehadiran pascalibur seperti ini. Tapi mengapa pemerintah provinsi tampaknya kurang tegas? "Jangan menganggap kita adalah pegawai-pegawai ini sebagai anak kecil yang nakal-nakal, tapi sebagai orang dewasa yang punya tugas dan tanggung jawab. Jangan selalu seperti apalah," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau