JAKARTA, SENIN - Usulan revisi terhadap RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2009 tidak akan mengubah besaran atau postur pokok yang sudah disepakati dalam pembahasan di Panitia Anggaran DPR.
"Kami akan mengusulkan suatu penyesuaian untuk RAPBN 2009 tetapi tidak mengubah besaran atau postur pokok yang sudah disepakati," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu usai halal bihalal di lingkungan Depkeu Jakarta, Senin (6/10).
Menurut dia, pemerintah hanya mengubah beberapa alokasi anggaran ataupun perubahan pembiayaan defisit dari utang ke nonutang. "Ada beberapa yang akan dibicarakan lagi tetapi tidak mengubah besaran pokoknya, strategi pokoknya tidak akan berubah," katanya.
Ia mencontohkan, dana hasil optimalisasi anggaran yang semula dialokasikan untuk belanja akan diusulkan untuk menutup defisit. "Kemudian ada pembiayaan yang tidak ditarik di 2008 akan kita tarik di 2009 untuk menggantikan penerbitan SUN (Surat Utang Negara)," katanya.
Ia menyebutkan, pemerintah kemungkinan akan mengusulkan angka defisit baru untuk RAPBN 2009 kepada DPR Senin pekan depan, termasuk besaran asumsi pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan suku bunga SBI.
Sebelumnya rapat Panitia Anggaran DPR bersama pemerintah menyepakati besaran asumsi untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen, inflasi 6,2 persen, nilai tukar Rp9.150 per dollar AS, tingkat bunga SBI tiga bulan 8,0 persen, harga minyak mentah 95 dollar AS per barel, lifting/produksi minyak 960.000 barel per hari, lifting gas 7.526,3 MMSCFD, produksi batu bara 250 juta ton, dan PDB Rp5.309,37 triliun.
Namun dengan perkembangan kondisi perekonomian global yang dipastikan akan berdampak kepada Indonesia, pemerintah mengusulkan perubahan asumsi RAPBN 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang