Ulang Tahun ke-67, Bagir Harusnya Langsung Pensiun

Kompas.com - 06/10/2008, 15:21 WIB

Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SENIN - Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan seharusnya langsung pensiun begitu memasuki usia 67 tahun yang jatuh pada hari Senin (6/10) ini. Hal tersebut dikatakan anggota Komisi III yang juga anggota Panja revisi UU MA, Eva Kusuma Sundari.

Dikatakan Eva, tidak ada argumentasi apapun yang bisa digunakan untuk mempertahankan posisi Bagir. Sebab, menurut UU masa pensiun dimulai sesuai dengan tanggal lahir. "Tidak bisa menunggu Presiden memensiunkan karena UU selalu menggunakan tanggal kelahiran untuk menentukan pensiun. Ini dilaksanakan di semua institusi negara. Lihat saja hakim-hakim MK, begitu ulang tahunnya memasuki usia pensiun, ya langsung pensiun," kata Eva, saat jumpa pers di Ruang Fraksi PDIP, Gedung DPR, Senin (6/10).

Pernyataan itu dilontarkan Eva, menyusul adanya pendapat yang mengatakan bahwa Bagir harus terus menjabat hingga akhir bulan ini, karena ia menerima gaji bulan Oktober di awal bulan, sehingga harus terus bekerja sampai akhir Oktober.

"Yang digunakan bukan logika administrasi penggajian. UU jangan dikalahkan dengan sabda pemerintah. Tidak bisa juga pensiun menunggu UU MA selesai, dan tidak ada hak Presiden untuk memperpanjang usia atau masa aktif pimpinan lembaga yudikatif yang tidak ada di bawah dia (Presiden)," kata Eva.

Sementara itu, salah satu Ketua DPP PDIP Sutradara Ginting mengatakan, jika hari ini para hakim agung tidak melakukan pemilihan pimpinan baru, maka mereka telah melakukan pelanggaran hukum. "Kalau hakim saja melanggar hukum, bagaimana hukum mau ditegakkan?" ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau