Kelelahan, Dalai Lama Kembali Masuk Rumah Sakit

Kompas.com - 06/10/2008, 17:36 WIB

NEW DELHI, SENIN -  Dalai Lama  (73) akan menjalani pemeriksaan kesehatan kedua dalam beberapa bulan terakhir di New Delhi Senin (6/10) ini. Pemimpin spiritual Tibet tersebut dijadwalkan tiba di New Delhi dari Dharmsala, kota perbukitan di sebelah utara India yang dijadikan sebagai markasnya sejak melarikan diri dari Tibet pada tahun 1959 setelah gagal melancarkan gerakan menentang pemerintah China .  

 "Dalai Lama akan berada di New Delhi hari ini untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin dan akan kembali ke Dharmsala pada 9 Oktober nanti," jelas juru bicaranya Chhime R.Chhoekyapa. Chhoekyapa menolak menjelaskan mengapa Dalai Lama perlu kembali memeriksakan kesehatannya kurang dari 6 pekan setelah dirawat di sebuah rumah sakit Lilavati, Mumbai dan menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan perut.

Pada bulan September lalu, Dalai Lama masih dalam kondisi sehat, namun para dokter telah menganjurkannya untuk lebih banyak beristirahat. Dalai Lama biasanya menghabiskan waktu hingga beberapa bulan dalam setahunnya untuk mengadakan perjalanan keliling dunia dan mengajarkan Buddha serta mengkampanyekan perjuangan Tibet bagi wilayah otonomi yang lebih luas di China.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau