Berlusconi: Saya Menyesal Gagal Dapatkan Ibrahimovic

Kompas.com - 07/10/2008, 00:14 WIB

MILAN, SENIN - Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, menyatakan bahwa dirinya menyesal tidak dapat mendatangkan Zlatan 'Ibra' Ibrahimovic pada musim panas tahun 2006 lalu. Hal ini diungkapkan PM Italia tersebut, setelah menyaksikan aksi memukau striker internasional Swedia tersebut kala mencetak gol fantastis saat Inter mengalahkan Bologna 2-1, Sabtu (4/10).

Sementara itu Rossoneri hanya bermain imbang 0-0 saat menghadapai Cagliari, dan harus puas berada di papan tengah klasemen sementara Serie-A karena bertengger di peringkat tujuh. Lebih lanjut, Berlusconi menjelaskan bagaimana dekatnya Ibra untuk mengenakan seragam merah-hitam ketika ia memutuskan untuk hengkang dari Juventus usai "si Nyonya Tua" terjerat skandal Calciopoli tiga tahun lalu.

"Aku memang tidak menyaksikan secara langsung gol Ibra tersebut, tetapi aku terus membicarakannya," terang Berlusconi pada Corriere dello Sport.

"Gol tersebut merupakan sebuah gol dari seorang juara yang hebat dan dicetak oleh pemain yang dulu kami sangat inginkan untuk berada di Milan. Kenyataannya kami hampir mendapatkan tanda tangan kontraknya, tetapi kami pun harus mendapat hukuman pengurangan poin sebanyak delapan angka," aku Berlusconi.

Dia pun menambahkan: "Kami tidak dapat memastikan untuk dapat berlaga di Liga Champions dan kesepakatan itu berlalu begitu saja. Sejujurnya hal ini sangat mengecewakan untukku karena aku telah kehilangan pemain yang sangat potensial.

"Dia memiliki mental juara dalam dirinya dan mampu mempengaruhi seluruh skuad. Itulah yang membuatnya terus berjuang untuk mendapatkan gelar juara," puji Berlusconi. (CH4/M16)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau