KERAMIK-keramik hias berukuran 10 cm x 10 cm terlihat menempel di sela-sela lantai kamar tidur utama. Motifnya lingkaran dan garis lengkung. Warnanya berupa kombinasi merah, putih, dan biru. Keramik mungil ini menjadi aksen menarik pada lantai kamar tidur utama berukuran 5 m x 4 m.
Dari lantai, tataplah ke arah credenza di sebelah kiri pintu masuk. Pada setiap pintu laci credenza tertempel keramik hias bermotif sama. Tujuannya agar tercipta kontinuitas antara furnitur dan ruangan. Meski begitu, pola pemasangan keramik hias itu sengaja dibedakan: di lantai dipasang terpisah, pada credenza empat keramik dipasang berkelompok di setiap pintu.
Tak hanya itu, aplikasi keramik hias juga terlihat pada ranjang dan jendela. Motif keramik yang dipakai di sana memang beda. Motif capung dipilih sebagai penghias sisi pinggir ranjang. Motif bunga menghiasi jendela.
Indah bukan? Jika tertarik, coba Anda pasang sendiri keramik hias pada permukaan kayu itu. Tak sulit kok! Begini caranya:
Untuk mendapatkan keramik hias yang menempel kuat dan presisi pada permukaan furnitur kayu, persiapan harus cermat. Setelah coakan dibuat, bersihkan dari kotoran, lalu bubuhkan lem. Setelah keramik melekat, uji kekuatannya. Jika keramik mudah lepas, mungkin ada kesalahan aplikasi. Jika celah antara keramik dan permukaan kayu terlalu lebar, tutup celah dengan dempul.
Memasang keramik pada teralis jendela lebih mudah lagi. Caranya, pilih area yang hendak dihias dan tempelkan keramik di sana. Jadi, deh. Teralis jendela tambah memikat dalam waktu singkat.
Penulis: Dewi
Foto: Richard