Hamil Bukan Alasan untuk Gemuk

Kompas.com - 07/10/2008, 11:54 WIB

Supaya tidak terlalu kegemukan saat hamil ternyata ada kiatnya. Jangan melakukan diet berlebihan sebelum hamil. Hal tersebut disimpulkan oleh peneliti dari Univeristy of North Carolina (UNC), AS.

"Sebelum hamil, banyak perempuan yang ketat menjaga berat badannya. Namun begitu hamil, mereka berpendapat boleh makan apa saja karena untuk dua orang. Akibatnya jadi makan berlebihan," kata Anna Maria Siega-Riz, PhD, peneliti dari UNC.

Para peneliti dari universitas tersebut telah melakukan penelitian terhadap 1.223 wanita hamil. Mereka ditanya kebiasaan makan sehari-hari. Separuh responden mengaku mereka bisa mengendalikan nafsu makannya. Mereka juga ditanya mengenai makanan yang dikonsumsi, metode diet, dan fluktuasi pertambahan dan penurunan berat badan.

Ternyata, mereka yang telah melakukan diet sebelum hamil, baik itu yang berat badannya normal, gemuk, dan obesitas, malah mengalami kenaikan berat badan berlebih saat hamil bila dibandingkan dengan ibu-ibu yang tidak diet.

Padahal, kegemukan saat hamil bisa berdampak negatif pada ibu dan janin. Ibu hamil yang terlalu gemuk beresiko tinggi mengalami preeklamsia, kesulitan persalinan karena bayi terlalu besar, dan bayi lahir dengan masalah berat badan.

Menurut J.Christopher Glantz, dokter kebidanan, wanita dengan berat badan normal tidak perlu makan terlalu banyak. Tidak diperlukan tambahan kalori saat kehamilan periode tri semester pertama. Saat tri semester kedua, butuh tambahan kalori 340, dan 450 kalori saat trisemester tiga.

"Saat hamil Anda tak perlu makan berlebihan. Dapatkan tambahan kalori dari makanan bergizi, seperti susu dan buah," kata Siega-Riz. Untuk menu sehari-hari jangan lupa untuk melengkapi dengan makanan yang sehat untuk bayi dan ibu.

Hamil memang tak mungkin lepas dari pertambahan berat badan, namun pertambahan yang ideal haruslah bertahap, mantap, dan cukup, sehingga ibu hamil terhindar dari berbagai komplikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau