Kami Punya Hak Bangun, Kami Punya Daerah!

Kompas.com - 07/10/2008, 12:16 WIB

JAKARTA, SELASA - Atas nama hukum yang termuat dalam UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, puluhan simpatisan Partai Damai Sejahtera (PDS) Papua mendatangi Kantor DPP PDS di kawasan Kebayoran Baru, Selasa (7/10).

Pasal 28 Ayat (3) dan (4) UU Otonomi Khusus itu menyebutkan bahwa rekruitmen politik harus memprioritaskan masyarakat asli Papua. "Kami punya hak bangun, kami punya daerah! Jangan selamanya kami ditindas," seru seorang mahasiswi Papua dalam orasinya di depan puluhan orang lainnya.

Dalam aksi damai ini, mereka berulang-ulang berorasi tentang hak masyarakat Papua untuk mengelola dan makan dari tanahnya sendiri. Sesekali orasi ini diselingi lagu-lagu berbahasa Papua yang menunjukkan keindahan dan kekayaan alam Papua yang memesona.

"Namun, kawan-kawan seperjuangan yang kita lihat, Papua selalu ada di bawah ancaman kepemimpinan dan kepentingan oknum-oknum dan Papua selalu menjadi sasaran. Kita tidak bisa hanya diam dan menjadi penonton. Apalagi, ada stigma kita bodoh dan separatis," ujar salah satu pengurus PDS Wamena, Agus Kusae.

Lewat pukul 12.00 Ketua Bapillu DPP PDS Wilayah VII (Malut, Maluku, Papua, dan Papua Barat) Roni Roberth Ondi mengatakan, Tim V yang mengurus daftar caleg di PDS bersedia menemui massa yang dipimpin Roberth yang juga adalah salah satu caleg nomor urut empat di Papua. Tim V hanya mengabulkan bertemu dengan 5 orang perwakilan, namun Roberth menghendaki sekitar 20 massa juga mengikuti dialog.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau