Waspada! "Bailout" Tak Efektif, Krisis di AS Berlanjut

Kompas.com - 08/10/2008, 13:24 WIB

JAKARTA, RABU - Krisis makroekonomi yang terjadi di AS masih akan berlanjut ke sesuatu yang lebih dalam dan serius. Pasalnya, paket penyelamatan (bailout) yang digelontorkan sebesar 700 miliar dollar AS itu tidak cukup efektif meredam gejolak dampak krisis yang menyebabkan jatuhnya harga properti di negara tersebut. Demikian pernyataan ekonom Indef dalam diskusi Antisipasi Krisis Keuangan Global di Restoran Bebek Bali, Jakarta, Rabu (8/10).

Isi paket bailout tersebut hanya memuat tiga hal, yakni pertama, diperbolehkannya Pemerintah AS mengucurkan dana hingga 700 miliar dollar AS untuk membeli utang kredit perumahan yang bermasalah secara bertahap. Kedua, dibukanya kemungkinan bagi lembaga penjamin simpanan (Federal Deposit Insurance Corporation/FDIC) untuk menaikkan limit penjaminan dari 100.000 dollar AS menjadi 250.000 dollar AS per orang. Ketiga, FDIC diperbolehkan meminjam dana talangan sebesar apa pun kepada Departemen Perbendaharaan jika dibutuhkan.

Dari ketiga klausul tersebut, dikatakan Ikhsan, tak memuat pasal yang membolehkan intervensi secara langsung pemerintah untuk menopang harga rumah yang justru menjadi kunci persoalan. "Maka bisa diprediksi krisis di AS akan terus berlanjut dan akan lebih banyak lembaga keuangan yang berguguran," ujarnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau