Seorang Perwira Polda Sulut Terlibat Sabu-sabu

Kompas.com - 08/10/2008, 15:18 WIB

MANADO, RABU - Polisi terus mendalami kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang melibatkan AKP AI alias Andri, salah seorang oknum perwira di jajaran Polda Sulawsi Utara (Sulut).
    
Direktur Narkoba Polda Sulut Kombes Victor J Lasut di Manado, Rabu (8/10) mengatakan, polisi masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan penyidikan terhadap kasus tersebut.
    
"Sampai saat ini oknum yang menjadi tersangka dalam kasus 10 paket narkotika tersebut baru satu orang, yakni AKP AI," tuturnya.
    
Menurut Lasut, polisi tidak mudah untuk mengungkap jaringan narkotika tersebut karena cara yang dipakai para pengedar barang haram itu melalui "sistem sel".
    
Dengan sistem tersebut, kendala yang dihadapi di lapangan adalah para pengedar barang tersebut tidak mengenal satu sama lain, terutama pengirimnya. Kendati demikian, polisi terus berupaya melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan pengedar barang itu.
    
Hasil penyidikan yang dilakukan, sampai saat ini tidak ada oknum perwira di jajaran Polda Sulut selain AKP AI alias Andri yang terlibat atau menjadi tersangka dalam kasus 10 paket sabu-sabu itu.
    
"Jadi tidak benar isu yang menyebutkan ada oknum perwira lain dalam kasus ini," katanya sambil menambahkan, kalaupun ada akan diproses sesuai ketentuan hukum berlaku.
    
AKP AI alias Andri ditangkap oleh Sat II Bahan Berbahaya Direktorat Narkoba Polda Sulut dalam suatu operasi yang dilaksanakan pertengahan September 2008. Saat tertangkap, AI baru saja mengambil paket kiriman di sebuah perusahaan jasa pengiriman ekspedisi di Manado yang ternyata berisi 10 paket sabu-sabu.
    
Kepolisian kemudian melakukan penyidikan dan terungkap bahwa paket itu akan dikirim ke Kotamobagu melalui Perusahaan Otobis Paris. Dari hasil pendalaman kasus itu polisi mengamankan tiga orang lain yang diduga terkait dengan kasus itu, masing-masing JT alias Opo, VM alias Vicky, dan IM alias Ipan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau