Karier dan Keluarga Seimbang, Mungkinkah?

Kompas.com - 08/10/2008, 15:46 WIB

Menjadi wanita super yang sukses menjalani peran ganda sebagai wanita karier dan selalu perhatian pada keluarga bukanlah hal mudah. Apalagi, untuk wanita di kota besar seperti Jakarta yang tingkat kemacetannya luar biasa, selain dituntut pintar membagi waktu, wanita-wanita super ini juga wajib terus mengasah skill mereka agar tak ketinggalan. Bagaimana kiat melakukannya?

1. Tentukan mana yang penting
Mereka yang sukses membuat keseimbangan adalah orang-orang yang mampu membuat prioritas sehingga waktu dan tenaga yang dikeluarkan tak sia-sia. Kemajuan teknologi telah membuat pekerjaan dan kehidupan pribadi menyatu, karena itu bersikaplah selektif dan lakukan audit waktu.

"Orang yang sukses bisa membuat jadwal yang baik dan membuang aktivitas yang tidak perlu," kata Henry Cloud, penulis buku The One-Life Solution: Reclaim Your Personal Life While Achieving Greater Professional Success. Selain jadwal harian di kantor, catat pula jadwal harian si kecil dan semua urusan rumah tangga sehingga Anda bisa memonitor, mengatur, dan mengontrol apa yang dilakukan.

2. Pasangan yang mendukung
Bicarakan dengan suami agar ia memberikan dukungan penuh, selain sebagai tempat untuk berbagi, suami yang suportif adalah suami yang mau berbagi tugas operasional dalam rumah tangga. Carole-Lynn Glass, ibu dua anak yang salah satunya menderita cerebral palsy, mampu menekuni profesinya sebagai manajer di perusahaan konsultan. Kesuksesannya tersebut didukung oleh suami yang aktif membantu serta waktu yang fleksibel dari kantornya.

3. Pertegas peran ibu
Menurut Diane Halpern, profesor psikologi dan mantan ketua American Psychological Association, masih banyak ibu yang menganggap ibu yang baik adalah yang punya waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, untuk buah hatinya. Padahal yang dibutuhkan bukan kuantitas kebersamaan, tapi kualitas. Buatlah definisi ibu yang ideal dan jalankan peran tersebut sepenuh hati.

4. Buat harapan realistis
Agar sukses menjalankan peran ganda, buatlah harapan yang realistis di kantor. Mereka sadar, selain karier, ada pekerjaan rumah tangga, anak, dan suami yang butuh perhatian khusus. Karena itu buatlah tujuan karier yang realistis agar Anda tidak kehabisan energi. Perlu diingat, semakin tinggi tingkat stres sebuah pekerjaan, makin tinggi pula tingkat stres ibu di rumah.

5. Buat batasan
Memang tak mudah beralih peran dalam satu hari, dari wanita karier di siang hari ke ibu rumah tangga sepulang kantor. Salah satu caranya adalah fokuslah pada satu hal saja. Misalnya saat di kantor jangan malah memikirkan urusan rumah. Bila timbul rasa kangen pada anak, teleponlah ke rumah untuk mendengar suaranya dan memastikan si kecil baik-baik saja. Demikian juga halnya jika Anda telah kembali ke rumah, hayati peran sebagai ibu dengan sebaik-baiknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau