SURABAYA, RABU - Kasus pembuangan bayi terus terjadi. Setelah selama bulan Ramadhan, delapan bayi dibuang (6 meninggal dan 2 hidup), Rabu (8/10), dua bayi kembali menjadi korban pembuangan.
Satu bayi ditemukan dalam kondisi meninggal di belakang pos penjagaan Kesatuan Penjagaan Laut Pantai (KPLP) di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sedangkan satu bayi lagi ditemukan dalam kondisi hidup oleh seorang satpam bernama Agustiono (30) di dalam pos penjagaan perumahan Dharmahusada Indah, gang XVI, Mulyorejo.
Bayi yang ditemukan dalam kondisi hidup itu, ditemukan Agus, sekitar pukul 01.30 WIB dalam kondisi tidur telentang dan terbungkus selimut. Di samping bayi terdapat satu kaleng susu merek Nutrilon, sebuah botol susu, beberapa potong pakaian dan popok bersih.
Temuan itu langsung ditindaklanjuti Agus dengan membawa bayi yang wajahnya sempat dikerubuti nyamuk, ke IRD RSU Dr Soetomo. Usai dari IRD, Agus melapor ke Polsekta Mulyorejo. Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, Iptu I Gede Antara, ketika ditemui di Runag Neonatus Irna Anak RSU Dr Soetomo, Rabu siang mengungkapkan, selain melaporkan penemuan itu, Agus juga menyerahkan barang-barang yang ada di samping bayi tersebut ke polisi.
“Kami kemudian menindak-lanjuti dengan memeriksa sekitar lokasi penemuan dan memeriksa beberapa saksi. Dari hasil penyelidikan sementara, sebelum bayi ditemukan, ada dua orang berboncengan sepeda motor yang melewati jalan tersebut pada setengah jam sebelumnya,” jelasnya.
"Kedua orang itu laki-laki dan perempuan serta terlihat sedang menggendong bayi itu," kata Agus. Karena curiga, Agus kemudian bertanya tentang keperluan mereka di tempat tersebut. Laki-laki itu menjawab sedang mencari tempat untuk buang air kecil di pinggir jalan. Agus kembali berpatroli. Ketika kembali, bayi tersebut sudah berada di pos.
Setelah menjalani perawatan di ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU) di lantai II Gedung IRD, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 50 cm tersebut, sekitar pukul 12.30 WIB dipindahkan ke ruang Neonatus Irna Anak.
Dr Agus Harianto Sp A (K), yang melakukan pemeriksaan awal terhadap bayi tersebut, menyebutkan usia bayi itu sudah lebih dari 23 hari. “Hal itu terlihat dari tali pusarnya yang telah pupak (putus). Biasanya bayi normal yang telah putus tali pusar berusia lebih dari 10 hari,” jelasnya.
Kondisi umum bayi yang diberi nama bayi X tersebut, disebut dr Agus cukup sehat dengan berat badan sekitar 3,5 kg.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang