2 Bayi Surabaya Kembali Dibuang

Kompas.com - 08/10/2008, 20:23 WIB

SURABAYA, RABU - Kasus pembuangan bayi terus terjadi. Setelah selama bulan Ramadhan, delapan bayi dibuang (6 meninggal dan 2 hidup), Rabu (8/10), dua bayi kembali menjadi korban pembuangan.

Satu bayi ditemukan dalam kondisi meninggal di belakang pos penjagaan Kesatuan Penjagaan Laut Pantai (KPLP) di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sedangkan satu bayi lagi ditemukan dalam kondisi hidup oleh seorang satpam bernama Agustiono (30) di dalam pos penjagaan perumahan Dharmahusada Indah, gang XVI, Mulyorejo.

Bayi yang ditemukan dalam kondisi hidup itu, ditemukan Agus, sekitar pukul 01.30 WIB dalam kondisi tidur telentang dan terbungkus selimut. Di samping bayi terdapat satu kaleng susu merek Nutrilon, sebuah botol susu, beberapa potong pakaian dan popok bersih.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti Agus dengan membawa bayi yang wajahnya sempat dikerubuti nyamuk, ke IRD RSU Dr Soetomo. Usai dari IRD, Agus melapor ke Polsekta Mulyorejo. Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, Iptu I Gede Antara, ketika ditemui di Runag Neonatus Irna Anak RSU Dr Soetomo, Rabu siang mengungkapkan, selain melaporkan penemuan itu, Agus juga menyerahkan barang-barang yang ada di samping bayi tersebut ke polisi.

“Kami kemudian menindak-lanjuti dengan memeriksa sekitar lokasi penemuan dan memeriksa beberapa saksi. Dari hasil penyelidikan sementara, sebelum bayi ditemukan, ada dua orang berboncengan sepeda motor yang melewati jalan tersebut pada setengah jam sebelumnya,” jelasnya.

"Kedua orang itu laki-laki dan perempuan serta terlihat sedang menggendong bayi itu,"  kata Agus. Karena curiga, Agus kemudian bertanya tentang keperluan mereka di tempat tersebut. Laki-laki itu menjawab sedang mencari tempat untuk buang air kecil di pinggir jalan. Agus kembali berpatroli. Ketika kembali, bayi tersebut sudah berada di pos.  

Setelah menjalani perawatan di ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU) di lantai II Gedung IRD, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 50 cm tersebut, sekitar pukul 12.30 WIB dipindahkan ke ruang Neonatus Irna Anak.

Dr Agus Harianto Sp A (K), yang melakukan pemeriksaan awal terhadap bayi tersebut, menyebutkan usia bayi itu sudah lebih dari 23 hari. “Hal itu terlihat dari tali pusarnya yang telah pupak (putus). Biasanya bayi normal yang telah putus tali pusar berusia lebih dari 10 hari,” jelasnya.

Kondisi umum bayi yang diberi nama bayi X tersebut, disebut dr Agus cukup sehat dengan berat badan sekitar 3,5 kg.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau