Korban Susu Tercemar Masih 10.700 Bayi

Kompas.com - 09/10/2008, 10:34 WIB

BEIJING, KAMIS — Hampir 10.700 bayi dan anak-anak di China saat ini masih dirawat di rumah sakit setelah minum susu formula tercemar. Menurut Departemen Kesehatan China, itu adalah angka terakhir sejak musibah itu melanda China, 21 September. Saat itu sedikitnya 12.892 anak dirawat karena gangguan ginjal setelah meminum susu tercemar kimia industri melamin.

Dilaporkan, tidak ada lagi bayi yang meninggal akibat susu tercemar itu. Korban tewas sebelumnya tercatat empat bocah. "Delapan dari 10.700 anak yang hingga Rabu (8/10) masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi gawat," demikian pernyataan Departemen Kesehatan China dalam situsnya. Ditambahkan bahwa total 36.144 anak meninggalkan rumah sakit setelah mendapat perawatan.

Meskipun demikian, kementerian tidak menjelaskan seluruh jumlah anak-anak yang sakit karena susu tercemar itu. Namun, laporan-laporan dari media lokal di seluruh negeri yang dihimpun oleh Reuters mengisyaratkan jumlah anak yang menjdi korban mencapai 94.000 orang.

Saat jumlah anak yang dirawat di rumah sakit menurun, kasus-kasus baru terus bermunculan. Kementerian mengatakan bahwa pada hari Rabu saja, 539 anak dilarikan ke rumah sakit setelah mereka minum susu mengandung melamin itu. Sedangkan 2.067 anak lainnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah mendapat perawatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau