BANDA ACEH, KAMIS - Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tidak memberikan pengamanan khusus terhadap kedatangan Hasan Tiro ke Aceh. Pengerahan personel akan disesuaikan dengan jumlah massa yang kemungkinan akan bertemu mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut.
"Tidak ada pengamanan khusus karena kedatangan Hasan Tiro ke Aceh itu sama dengan tamu lainnya. Namun, jumlah personel dikerahkan untuk disesuaikan dengan banyaknya massa jika dilakukan pertemuan," kata Waka Polda NAD Brigjen Fajar Prihantoro di Banda Aceh, Kamis (9/10).
Seusai menyaksikan parade pasukan dan pawai peralatan tempur pada HUT Ke-63 TNI, ia menjelaskan, tugas Polri memberikan pengamanan kepada masyarakat dan juga terhadap warga yang berkunjung ke Indonesia.
Hasan Tiro dijadwalkan berkunjung ke tanah kelahirannya di provinsi ujung paling barat Indonesia itu pada 11 Oktober 2008. Selama berada di Aceh, Hasan Tiro akan mengunjungi sejumlah tempat, antara lain di Meuligo (Pendopo) kediaman gubernur, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, dan melawat ke kampung kelahirannya di Kabupaten Pidie.
Ketika ditanya apakah akan ada pengerahan massa untuk penyambutan Hasan Tiro, Waka Polda menyatakan belum memperoleh informasi. "Namun, saya sudah minta agar para Kapolres di Aceh untuk memantau terkait dengan jumlah massa yang kemungkinan akan hadir ke Kota Banda Aceh sehingga memudahkan kita untuk memberi pengaman," katanya.
Fajar menjelaskan bahwa Komite Peralihan Aceh (KPA) juga membentuk satuan tugas (satgas) pengamanan terhadap kunjungan Hasan Tiro selama di kampung kelahirannya. Waka Polda NAD juga mengimbau masyarakat agar tetap memelihara situasi kondusif dan mematuhi aturan yang berlaku di Tanah Air, termasuk bagi pengendara di jalan raya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang