Putuskan Pisah, Rumah Pun Dibelah

Kompas.com - 09/10/2008, 16:52 WIB

SEPASANG suami istri di Kamboja mempunyai cara unik dalam hal pembagian harta setelah mereka memutuskan bercerai diantaranya adalah dengan membelah menjadi 2 rumah mereka dengan gergaji. Rumah yang semula masih nampak utuh di sebuah dusun Kamboja itu kini hanya telah tinggal separuh saja bentuknya.

Sang istri mendapatkan separuh bagian rumah yang masih kokoh berdiri sementara sang suami menyatukan potongan material dari sebagian rumah lainnya yang dikumpulkan di sebuah ladang terdekat. Kasus yang luar biasa ini berlangsung setelah pasangan suami istri itu sepakat mengakhiri pernikahan mereka setelah 40 tahun hidup bersama.

Kepala desa Kamchay Mea, Vong Morn menjelaskan perceraian itu berlangsung setelah sang suami menuduh istrinya itu tak merawatnya saat sakit belakangan. Karena pertimbangan tersebut, pria yang menceraikan istrinya itu akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah orang tuanya.

"Istrinya menyatakan jika suaminya sakit dan tinggal di rumah bersamanya maka ia akan menanggung biaya pengobatan," kata Vong Morn. "Tapi karena suaminya itu menetap di rumah orang tuanya maka ia tidak ingin menanggung biaya pengobatan. Itulah sebabnya mereka memutuskan berpisah."

"Saya bersama tetangga lainnya telah membujuknya untuk berpikir secara jernih sebelum cerai karena mereka telah menikah hampir 40 tahun, namun mereka tak menghiraukannya," tambah kepala desa yang terletak 50 mil dari ibukota Kamboja Phnom Penh. Pasangan tersebut memutuskan untuk membelah rumah mereka dengan gergaji setelah berpendapat bahwa penyelesaian pembagian harta di pengadilan menelan biaya besar.

Seorang pengacara setempat, Prak Phin menjelaskan pembagian harta tersebut sah menurut hukum apabila kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan. "Namun tindakan ini  bukan berarti mereka secara resmi telah bercerai," tutur Prak Phin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau