Emerson Puji Ronaldinho Tolak Timnas

Kompas.com - 10/10/2008, 05:42 WIB

MILAN, JUMAT - Gelandang AC Milan Emerson memuji ketegasan Ronaldinho yang menolak panggilan bergabung di timnas Brasil karena ingin bermain untuk klubnya.

Pekan lalu, pelatih Brasil, Carlos Dunga mencoret nama Dinho dari daftar pemainnya. Ternyata yang terjadi sebaliknya. Ronaldinho berkata kepada Dunga bahwa sebaiknya ia tetap di Milan untuk memulihkan kondisinya.

"Aku sudah melihatnya sangat baik dan dalam kondisi lebih bagus. Dia melakukan apa pun untuk menjadi Ronaldinho yang kami tahu. Dia berlatih sangat keras dan aku pikir dia telah meminta untuk tinggal daripada pergi ke Brasil karena dia ingin memberikan lebih bagi klub," kata bek senior tersebut kepada Sky Sports.

"Kini dai berkesempatan berlatih tanpa harus menghabiskan waktu 15 atau 18- jam penerbangan, yang akan membuat waktu bekerja. Menurutku dia telah membuat keputusan yang tepat dengan tinggal bersama kami."

Brasil akan melawan Venezuela dan Colombia di Piala Dunia 2010, mulai akhir pekan ini. Meski tanpa Dinho, Dunga sudah dapat memainkan Ricardo Kaka yang sudah sembuh dari cedera.

Sebaliknya, Emerson yang sudah pensiun dari tim Samba justru masih menjalani masa penyembuhan. Sejak bergabung ke Milan, pemain berusia 32 tahun itu masih belum sembuh benar dari cedera. Kamis pekan lalu ia sudah mulai kembali bermain untuk Rossonerri dalam pertandingan Piala UEFA melawan Zurich. (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau