WASHINGTON, KAMIS — Dinas Rahasia AS (CIA) telah menyelidiki dugaan ancaman mati terhadap calon presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama, yang diteriakkan salah satu pendukung John McCain dalam pertemuan terbuka yang dihadiri McCain dan pasangannya, Sarah Palin, Senin (6/10).
Menurut salah satu juru bicara CIA, Kamis, penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan harian Washington Post mengenai teriakan "bunuh dia", yang terdengar selama pertemuan terbuka itu ketika nama Obama disebut-sebut.
Dugaan ancaman tersebut dikeluarkan ketika Palin berbicara mengenai hubungan Obama dengan mantan tokoh radikal 1960-an, Bill Ayers, yang kelompoknya The Weathermen melancarkan serangkaian serangan sebagai protes terhadap Perang Vietnam. "Kami memerhatikan setiap ancaman secara sungguh-sungguh. Setiap kali kami menerima atau dilaporkan mengenai informasi seperti itu, kami menindak-lanjuti," kata juru bicara CIA Ed Donovan.
Namun, ia mengingatkan bahwa dalam pertemuan terbuka McCain, "tak ada agen dinas rahasia yang mendengar pernyataan bernada ancaman dan tak ada pernyataan yang mengancam dilaporkan oleh penegak hukum atau masyarakat umum".
"Kami melakukan penyelidikan setelah Washington Post melaporkan, Selasa, bahwa seseorang meneriakkan kata-kata ’bunuh dia’," katanya.
Donovan mengatakan, tidak jelas apakah ancaman tersebut memang diucapkan atau, jika benar, apakah itu ditujukan kepada Obama atau bahkan Ayers, dua nama yang disebut-sebut Palin saat berpidato. Karena alasan itu, tambahnya, penyelidikan dihentikan.
Serangan terhadap Obama dalam kampanye McCain telah meningkat belakangan ini; McCain dan juru kampanye lain dari Partai Republik melontarkan ucapan pada berbagai pertemuan terbuka mulai dari "sosialis", "teroris", hingga "pembohong".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang