"Buy Back" Belum Efektif

Kompas.com - 10/10/2008, 11:27 WIB

JAKARTA, JUMAT - Upaya pemerintah untuk melakukan buy back saham setelah anjloknya IHSG dinilai belum efektif oleh analis pasar modal Alfiansyah dari Sinarmas Sekuritas.

Dikatakan Alfiansyah kepada Kompas.com, Jumat (10/10), pemerintah memang sudah berupaya maksimal untuk menyupayakan perdagangan saham kembali normal, tetapi kondisi pasar global masih belum mendukung. "Faktor luar inilah yang menyebabkan kebijakan yang diterapkan belum efektif, karena baru bisa terlihat saat saham-saham milik BUMN yang masih bertahan itu dapat menjadi mover bagi saham-saham lain sehingga memberi kepercayaan bagi pelaku pasar," jelasnya.

Tetapi kenyataannya, hal itu masih belum terwujud, karena memang membutuhkan waktu dan tidak bisa terjadi sekali waktu karena menyangkut kepercayaan pasar yang masih menunjukkan potensi kepanikan saat ini. Seperti diketahui, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 4 triliun untuk membantu BUMN yang tergolong kuat dan bernilai tinggi untuk melakukan buy back saham.

Dana tersebut tersimpan di Pusat Investasi Pemerintah (PIP) biasanya digunakan untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur yang strategis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau