JAKARTA, JUMAT - Upaya pemerintah untuk melakukan buy back saham setelah anjloknya IHSG dinilai belum efektif oleh analis pasar modal Alfiansyah dari Sinarmas Sekuritas.
Dikatakan Alfiansyah kepada Kompas.com, Jumat (10/10), pemerintah memang sudah berupaya maksimal untuk menyupayakan perdagangan saham kembali normal, tetapi kondisi pasar global masih belum mendukung. "Faktor luar inilah yang menyebabkan kebijakan yang diterapkan belum efektif, karena baru bisa terlihat saat saham-saham milik BUMN yang masih bertahan itu dapat menjadi mover bagi saham-saham lain sehingga memberi kepercayaan bagi pelaku pasar," jelasnya.
Tetapi kenyataannya, hal itu masih belum terwujud, karena memang membutuhkan waktu dan tidak bisa terjadi sekali waktu karena menyangkut kepercayaan pasar yang masih menunjukkan potensi kepanikan saat ini. Seperti diketahui, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 4 triliun untuk membantu BUMN yang tergolong kuat dan bernilai tinggi untuk melakukan buy back saham.
Dana tersebut tersimpan di Pusat Investasi Pemerintah (PIP) biasanya digunakan untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur yang strategis.