KPK Gagal Temukan Buku Tamu Gedung Sate

Kompas.com - 10/10/2008, 15:54 WIB

BANDUNG, JUMAT - Buku tamu Gedung Sate atau Kantor Gubernur Jawa Barat tahun 2002, 2003 dan 2004 yang dicari oleh KPK, gagal ditemukan. "Anggota KPK meminta buku tamu tahun 2002,  2003 dan 2004, namun setelah dicari di bagian arsip tidak ada," kata Cucu Hade, Komandan Kamdal yang diminta KPK buku tamu periode itu, Jumat (10/10).

Namun demikian, salah seorang anggota KPK tetap membawa buku tamu berwarna kuning dan dibawa masuk ke ruangan Gubernur Jawa Barat. KPK membutuhkan buku tamu tahun 2003 dan 2004 untuk mendapatkan informasi tamu-tamu yang datang pada periode terjadinya dugaan korupsi pengadaan alat berat yang melibatkan sejumlah pejabat di Pemprov Jabar saat itu. Selain itu beberapa agenda Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar mulai tahun 2002 hingga 2008 juga diperiksa.

Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan sendiri tidak ada di tempat karena melakukan kunjungan ke Kabupaten Garut. Sedangkan Wagub Jabar, H Dede Yusuf yang berada di ruangan mempersiapkan ruangan dan stafnya digeledah. "Penggeledahan ini ke ruangan saya, pak Gubernur dan Sekda. Saya persilahkan saja karena memang sejak saya masuk jadi Wagub semuanya dalam kondisi kosong," kata Dede Yusuf.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Johan Budi ketika dimintai keterangannya membenarkan penggeledahan di Gedung Sate Bandung untuk mendapatkan informasi dan data terkait kasus pengadaan alat berat yang terjadi tahun 2003 dan 2004. "Ada sekitar tujuh petugas KPK melakukan penggeledahan di Gedung Sate untuk melengkapi berkas penyidikan kasus pengadaan alat berat," kata Johan Budi ketika dihubungi melalui ponselnya.

Johan menyebutkan, penggeledahan itu untuk melengkapi berkas pemeriksaan atas tersangka kasus itu yakni DS, WK dan pengusaha rekanan alat berat, YS. Penggeledahan di Gedung Sate Bandung  berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dan hingga pukul 15.30 WIB masih berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau