Ayo Mas, Sego Segawe...

Kompas.com - 10/10/2008, 16:16 WIB

YOGYAKARTA, JUMAT- Pemerintah Kota Yogyakarta, Senin (13/10) pagi, akan secara resmi meluncurkan sebuah gerakan bersepeda bagi masyarakat Yogyakarta.

Gerakan itu dinamakan Sego Segawe, singkatan dari sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe atau dalam bahasa Indonesia berarti sepeda untuk sekolah dan kerja. Peluncuran gerakan itu akan dilaksanakan di Alun Alun Utara Yogyakarta.

"Pemerintah akan membangkitkan kembali semangat masyarakat menggunakan sepeda untuk melakukan berbagai aktivitas dan menjadi salah satu ciri keistimewaan Yogyakarta, yaitu Yogyakarta adalah kota yang ramah lingkungan," kata Ketua Tim Penggerak Sego Segawe, Herry Zudianto di Yogyakarta, Jumat (10/!0).

Menurut Herry yang juga Walikota Yogyakarta, suasana lalu lintas di Kota Yogyakarta sudah memasuki persepsi yang salah, yaitu yang kuat memakan yang lemah atau yang besar memakan yang kecil. "Semakin besar kendaraan yang digunakan maka mereka akan semakin merasa menang sendiri, persepsi itu harus diubah," katanya.

Walikota berjanji, jika program tersebut sudah mulai  berjalan dengan baik dan nilai-nilai bersepeda tertanam erat dalam jiwa masyarakat, maka akan diikuti oleh pemberian sarana dan prasarana pendukung, seperti jalur khusus sepeda, tempat parkir sepeda atau santunan khusus bagi siswa pengendara sepeda.

Santunan bagi siswa bersepeda yang mengalami kecelakaan saat menuju atau pulang dari sekolah bahkan sudah masuk dalam APBD Perubahan. "Pemerintah siap membantu dan mendukung jika gerakan ini menjadi nyata, termasuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan," kata Walikota.

Namun, lanjut walikota, pada awal peluncuran sarana dan prasarana pendukung memang belum tersedia karena sasaran masih diarahkan dalam pembentukan nilai-nilai pentingnya bersepeda untuk masyarakat.

Sego Segawe akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan hingga Jumat (10/10) telah tercatat 2.384 orang dari kalangan pendidikan, baik kepala sekolah, guru maupun murid yang akan mengikuti acara tersebut.

Seluruh peserta yang telah berkumpul kemudian bersepeda menuju tempat aktivitas masing-masing. Kepala Dinas Pendidikan dan Pembelajaran Kota Yogyakarta, Syamsury menegaskan,  acara tersebut tidak akan mengganggu jam belajar karena dilakukan sebelum masuk sekolah dan siswa tidak harus memakai kaos olahraga untuk mengikuti acara tersebut.

"Saya berharap peserta yang ikut masih akan terus bertambah, karena ini bermanfaat untuk mereka, baik kesehatan maupun menjaga lingkungan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau