ENDE, JUMAT - Sebuah tebing setinggi sekitar 50 meter di Kilometer 47, Kampung Watubewa, Desa Nuamuri, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur longsor, Jumat (10/10), pukul 12.15 wita. Akibat longsor itu jalur yang menghubungkan Ende-Maumere lumpuh total, dan sampai malam ini instansi terkait belum dapat mengatasinya.
"Untuk pembersihan material longsoran diperlukan alat berat. Warga setempat tak dapat berbuat banyak, sebab material longsoran bukan saja tanah atau lumpur, melainkan batu-batu besar," kata Camat Kelimutu, Yoseph Primus Bhato, di Ende.
Ketika dikonfirmasi Kepala Satuan Kerja Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Flores Yosef Lewa menjelaskan, kontraktor PT Yetty Dharmawan yang akan melakukan pembersihan material longsoran. "Tapi yang menjadi masalah pihak kontraktor tak memiliki eksavator dengan fasilitas pemecah batu besar. Sebab ekskavator saja tak akan mampu. Batu-batu besar itu harus dipecah dulu, baru pecahannya dibuang. Kami sedang mengupayakan untuk meminjam milik dinas PU Ende, tapi alat berat yang ada sedang dipakai, begitu juga di Ruteng," kata Yosef Lewa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang