MOJOKERTO, JUMAT - Penyampaian visi dan misi empat pasang calon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Mojokerto, Jumat (10/10) berlangsung datar. Tidak ada satupun pasangan calon yang dengan tegas menyatakan perang terhadap praktik korupsi.
Setiap pasangan yang diberi waktu 30 menit untuk membacakan visi dan misinya, kebanyakan berkutat pada program-program ideal yang masih sulit diraba realitasnya. Djoni Sudjatmoko, yang berpasangan dengan Abdullah Fanani dan mendapatkan giliran terakhir mengatakan soal pemberantasan korupsi itu sudah tercantum dalam reformasi birokrasi yang diprogramkannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Wahyudi Iswanto yang dilantik Penjabat Gubernur Jatim Setia Purwaka di Pendopo Kabupaten Mojokerto, Jumat (10/10) menyatakan perannya dalam pemerintahan akan difokuskan pada penggiatan ekonomi kerakyatan. Wahyudi juga menjelaskan, secara khusus tidak ada pembagian peran khusus antara dirinya dengan Bupati Mojokerto, Suwandi.
"Tidak ada komitmen untuk pembagian peran," kata Wahyudi. Namun, ia belum bisa menjelaskan konsep ekonomi kerakyatan seperti apa yang akan dijalankan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang