Paus Lantik Wanita Suci Katolik Pertama India

Kompas.com - 11/10/2008, 15:27 WIB

TRIVANDRUM,SABTU-Puluhan ribu orang pada Sabtu (11/10) berkumpul di sebuah kota kecil di bagian selatan India untuk merayakan pelantikan seorang biarawati Katolik Roma, di tengah aksi kekerasan terburuk berlatar belakang agama dalam beberapa dasawarsa.

Sister Alphonsa akan menjadi wanita suci pertama di India ketika ia dilantik oleh Paus Benediktus dalam satu upacara khusus di Vatikan pada Minggu (12/10).

"Itu merupakan peristiwa yanga sangat penting dan suatu pengakuan besar bagi wanita kelahiran India asli dari keluarga India," kata Uskup Archbishop Raphael Cheenath di negara bagian Orissa, bagian timur India, tempat serangan-serangan terhadap warga Kristen belakangan ini yang menewaskan 35 orang. "Dalam penderitaan sekarang ini, hal itu akan membantu kita dan menginspirasi kita," katanya.

Puluhan ribu orang memenuhi sebuah gereja di Kota Bharananganam, negara bagian Kerala, tempat asal Alphonsa, menjelang pelantikan itu. Acara khusus akan dilakukan di semua gereja Katolik di negara bagian itu, tempat Saint Thomas, salah satu dari 12 utusan, yang diyakini tiba pada tahun 52 Masehi, yang membawa Kristen ke India.

Lonceng gereja direncanakan berdering dan kembang api dinyalakan di seantero Kerala, saat Paus melantik Sister Alphonsa sebagai orang suci pada pukul 13:30 (14:30 WIB), kata Uskup Dominic Vechoor, kanselir keuskupan Palai, tempat ia menjadi biarawati dari 1927 hingga meninggal pada 1946.

Upacara pelantikan itu direncanakan disiarkan secara langsung oleh televisi dari Vatikan, tempat sejumlah besar gereja dan pejabat negara bagian dan warga Katolik India diperkirakan mengikutinya. Sekitar 100.000 orang diperkirakan menghadiri acara itu pada Ahad.

Warga Kristen di India berjumlah sekitar 2,3 persen dari total penduduk India, dan warga Katholik menempati 70 persen dari jumlah minoritas itu, yang umumnya bermukim di bagian selatan dan timur India.  Alphonsa Muttathupadathu lahir di Kudamaloor, sebuah desa kecil dekat Kottayam, dan kehilangan ibunya semasih kecil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau