Wapres : Jangan Terlalu Takut Krisis AS

Kompas.com - 11/10/2008, 18:59 WIB

PADANG,SABTU-Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Bangsa Indonesia tidak perlu takut berlebihan menghadapi krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat (AS), karena dampaknya dinilai tidak terlalu besar bagi perekonomian Indonesia.

"Krisis tersebut dampaknya tidak terlalu besar, dan bisa kita atasi dengan kekuatan nasional," kata wapres di Padang, Sabtu (11/10) ketika membuka forum Silaturahmi Saudagar Minang (SSM) 2008.

Menurut dia, guna mengantisipasi krisis tersebut, Indonesia hanya perlu mengoptimalkan produksi nasional, baik bidang perkebunan, tambang dan yang lainnya. Selama ini, kata wapres, ekspor Indonesia hanya berupa komoditi perkebunan seperti sawit, karet dan coklat, jadi tidak ada yang perlu dikurangi, karena tingkat kebutuhannya masih tergolong tinggi.

Berbeda dengan China yang kini sudah mengekspor barang mewah seperti mainan anak-anak, mesin dan yang lainnya, kemungkinan akan berpengaruh besar. "Kita berbeda, yang kita ekspor itu adalah kebutuhan yang kemungkinan tidak akan berpengaruh besar," katanya.

Jusuf Kalla mengatakan yang perlu dijaga adalah kegiatan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Selama pasar tradisional masih tetap hidup, dan berjalan normal, tidak akan terlalu besar dampaknya mengganggu perekonomian nasional.

Wapres mengatakan krisis itu tentu akan berpengaruh, namun tidak terlalu besar. Pengaruh tersebut di antaranya sulitnya investasi dan pencairan kredit dari pihak asing, namun Indonesia katanya tidak perlu khawatir, karena masih punya dana APBD hampir Rp200 triliun yang belum dicairkan, serta dana-dana lainnya.

Jadi, kata dia, Indonesia masih punya kemampuan untuk bertahan agar tidak terimbas dampak krisis tersebut, dan tidak usah terlalu khawatir. "Ekonomi dunia boleh sulit, kita tidak akan sesusah itu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau