Menhub: Dollar Rp 10.000, Maskapai Harus Waspada

Kompas.com - 12/10/2008, 20:16 WIB

JAKARTA, MINGGU - Merosotnya nilai rupiah terhadap dollar AS hingga kini belum berpengaruh terhadap dunia penerbangan di Indonesia. Meski demikian, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal meminta agar operator penerbangan untuk mewaspadainya.

"Sampai sekarang ini, krisis finansial belum berpengaruh terhadap penerbangan nasional, tapi perlu diwaspadai. Operator penerbangan
harus melakukan penyesuaian dan adaptasi," kata Menhub Jusman usai perayaan Hari Pehubungan Nasional 2008 di Jakarta, Minggu (12/10).

Hingga akhir pekan lalu, nilai rupiah terus melemah terhadap dollar AS dan ditutup pada angka Rp 10.000 per dollar. Padahal harga bahan
bakar pesawat (avtur) sangat dipengaruhi oleh dollar, karenanya dikhawatirkan bisa berpengaruh terhadap bisnis penerbangan
Indonesia.

"Pemerintah sendiri akan berusaha mengantisipasinya agar tidak berdampak merugikan. Penguasaha dan maskapai harus
mengantisipasinya dan selalu melakukan tindakan terbaik," ujar Jusman.

Secara terpisah Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Budhi Muliawan Suyitno menambahkan, pihaknya akan mengantisipasi masalah krisis
keuangan agar tidak menular ke dunia penerbangan dengan menyusun revisi Keputusan Menteri Perhubungan (KM) No 9 tahun 2002 tentang
tarif batas atas angkutan udara komersial. "Kita sedang mengevaluasi, mencari cara bagaimana agar bisnis penerbangan ini tidak dipengaruhi oleh krisis keuangan," kata dia.

Meski demikian, jelasnya, pihaknya tidak bisa buru-buru merevisi aturan tersebut karena banyak faktor yang perlu dikaji, selain
nilai dollar, juga harga avtur sendiri yang hingga saat ini masih tidak stabil. "Hingga sekarang belum terlihat adanya pengaruh krisis ini. Dan
kami ingin agar keputusan dilakukan pada saat nilai dollar stabil, sehingga keputusan pemerintah bisa direspon dengan positif," tandasnya.

Menurutnya, belum terlihatnya pengaruh krisis keuangan dengan penerbangan komersial nasional karena maskapai masih memberlakukan tarif batas atas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau