Pengusaha Tionghoa Dukung Presiden Hadapi Krisis

Kompas.com - 13/10/2008, 02:20 WIB

 

JAKARTA, SENIN  - Para pengusaha keturunan Tionghoa mendukung langkah dan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menghadapi krisis keuangan global.

Para pengusaha yang menyampaikan komunike ini mencapai 300an orang yang Minggu (12/10) siang bertemu dengan Presiden di kediamannya di Cikeas, Bogor, dan tertutup dari pers.

"Hari ini Presiden Yudhoyono memang memberikan waktu khusus bagi komunitas Tionghoa. Minggu pagi beliau menghadiri ulang tahun agama Konghucu di Cibinong dan siangnya bersilaturahmi dengan para pengusaha Tionghoa," kata Juru Bicara Presiden Andi Malarangeng di Jakarta, Minggu.

Presiden sendiri meminta para pengusaha untuk terus memperkuat perekonomian nasional dengan mendorong produksi domestik sehingga menjadi kekuatan dalam menghadapi krisis ekonomi global.
"Kalau produksi dan pasar dalam negeri kuat, kita akan bertahan dari serangan krisis dan tetap maju," kata Andi mengulang ucapan Presiden.

Atas penjelasan Presiden mengenai langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan Pemerintah menghadapi krisis, para pengusaha memberi pujian dan bertekad membantu upaya Pemerintah.

"Mereka juga menyadari bahwa krisis yang terjadi sekarang sangat jauh berbeda dibanding krisis tahun 1998," kata Andi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau