JAKARTA, SENIN - PT Kereta Api (KA) berhasil meraup total pendapatan selama angkutan lebaran 2008 sebesar Rp 196 miliar atau melampaui target Rp 165 miliar. "Jangan ditulis keuntungan. Itu omzet atau pendapatan kami selama periode angkutan lebaran H-10 sampai H+10," kata Kepala Humas PT KA, Adi Suryatmini, di Jakarta, Senin (13/10).
Menurut dia, total penumpang komulatif selama angkutan lebaran 2008 ini mencapai 3.097.896 orang, sementara tahun lalu hanya 2.837.406 orang. "Karena itu, realisasi pendapatan tahun lalu hanya Rp 151 miliar," kata Adi.
Dari total realisasi penumpang 2008 itu, sekitar 67 persen atau 2.065.855 penumpang merupakan kelas ekonomi atau biasa disebut penumpang kereta atau gerbong K-3.
Pendapatan juga disumbang oleh penumpang kelas bisnis atau K-2 sebesar 20 persen atau 627.549 orang dan penumang K-1 atau kelas ekesekutif sebesar 13 persen atau sebesar 404.492 orang.
Oleh karena itu, kata Adi, kenyataan itu membuktikan bahwa moda transportasi KA sudah terbukti jadi idola, khususnya bagi penumpang kelas ekonomi. "Buktinya, KA tambahan untuk kelas ini dengan KA Komunitas selama angkutan lebaran dioperasikan selama 40 kali dari sejak pra dan angkutan lebaran," katanya.
Tidak hanya itu, tambahnya, pengoperasian KA Tambahan Lebaran 2008 meningkat dari rencana 11 KA Tambahan. "Realisasinya jadi 20 KA Tambahan Lebaran," kata Adi.
Data pusat komunikasi publik Departemen Perhubungan menyebutkan, perbandingan realisasi penumpang komulatif 2008 dibanding 2007 masing-masing kelas sebagai berikut:
Untuk kelas ekonomi pada 2008 sebesar 2.065.855, sedang tahun lalu sebesar 1.937.080 atau ada pertumbuhan 107 persen. Untuk kelas bisnis 2008 sebesar 627.549, dan tahun lalu 546.800 atau ada pertumbuhan 115 persen. Sedangkan, eksekutif sebesar 404.492, sedangkan tahun lalu 353.526 orang atau ada pertumbuhan 114 persen.
Kemudian, ditinjau dari total komulatif penumpang pada 2008 sebesar 3.097.896, sedangkan tahun lalu 2.837.406 atau ada pertumbuhan 109 persen. Kesimpulannya, secara komulatif untuk penumpang KA dari H-10 sampai dengan H+10 meningkat 9 persen.