Chris John Tinggal Matangkan Teknik

Kompas.com - 13/10/2008, 16:45 WIB

SEMARANG, SENIN - Tak lama lagi, Chris John akan melakoni mandatory fight untuk mempertahankan sabuk juara kelas bulu versi WBA yang disandangnya. Menurut rencana, 12 hari lagi petinju kebanggaan Indonesia itu akan melawan petinju Jepang, Hiroyuki Enoki, di Jepang.

Karena waktu duel semakin dekat, saat ini Chris John yang masih latihan di Sasana Herry’s Gym Perth, Australia, tidak terlalu forsir lagi. Dia tinggal menjaga kondisi serta pematangan teknik.

Situs Boxing-Indonesia.com menyebutkan, latihan dengan dua teman latih tanding, yaitu Willie Kicket dan Joel Bouyler, sudah diselesaikan sejak hari Jumat (10/10). Sekarang tinggal menjaga kondisi untuk melawan Enoki, penantang peringkat empat, yang dijadwalkan digelar di Korakuen Hall, Tokyo, Jepang, 24 Oktober 2008.

Sebelumnya, Chris John mengatakan bahwa satu minggu (pekan kedua bulan Oktober 2008) masih berlatih keras. Setelah itu, sepekan sebelum pertarungan tinggal memantapkan teknik dan menjaga kondisi fisik.

Rencananya, Chris John dan rombongan bertolak dari Perth, Australia, pada Rabu (15/10). Sehari berikutnya, dilakukan penyambutan di Bandara Narita Jepang.

Bahkan, kata Asisten Manajer Herry’s Gym, Toni Priatna, selama berada di Jepang petinju kelahiran Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut tidak membawa teman latih tanding.

"Saya juga berangkat ke Jepang tanggal 15 Oktober 2008, mungkin nanti kami bertemu di Bandara Narita Jepang," katanya, Senin (13/10).

Menyinggung soal wasit yang memimpin pertarungan nanti, Toni mengatakan bahwa sampai kini pihaknya belum mengetahui, termasuk juri yang akan menilainya.

"Saya belum tahu, tetapi biasanya nama wasit dan dari negara mana sudah diumumkan tetapi sampai kini saya belum mendengarnya," katanya.

Sampai sekarang, Chris John sudah mempertahankan gelarnya sebanyak sembilan kali sejak direbut dari tangan petinju Colombia, Oscar Leon di Bali tahun 2003. Dari jumlah tersebut empat kali dilalui dengan pertarungan wajib atau mandatori fight, sedangkan lima kali melalui tarung pilihan atau choice.

Tarung wajib yang dijalani Chris John adalah melawan Juan Manuel Marquez (Meksiko), Jose Cheo Rojas (Venezuela), Derrick Gainner (Amerika Serikat), dan terakhir melawan Roinet Caballero (Panama).

Kemudian lima tarung pilihan adalah melawan Renant Acosta (Panama), Jose Cheo Rojas (Venezuela), Tommy Browne (Australia), Osamu Sato (Jepang), dan Zaiki Takemoto (Jepang).

Dari sembilan kali pertarungan itu sebagian besar digelar di tanah air, baik di Jakarta maupun Tenggarong, Kaltim. Sementara itu, pertarungan yang digelar di luar negeri hanya saat melawan Tommy Brown (di Australia), melawan Osamu Sato dan Zaiki Takemoto (di Jepang).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau