JAKARTA, SENIN- Departemen Keuangan akan meminta
Jumlah tersebut berasal total 4.517 rekening senilai Rp 2,49 triliun, yang merupakan hasil dari seleksi Tim Penertiban Rekening Liar Departemen Keuangan. Hasil seleksi tim tersebut masih dalam proses sebelum diajukan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam waktu dekat ini.
Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Departemen Keuangan Hekinus Manao saat dihubungi Kompas di Departemen Keuangan, Jakarta, Senin (13/10). Audit investigasi merupakan audit mendalam yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti lebih jauh lagi tak hanya keberadaan rekening dan asal usul, akan tetapi juga arus masuk dan keluar penggunaan rekening tersebut serta peruntukannya.
"Dari hasil proses seleksi Tim Penertiban, ada sejumlah tingkatan langkah untuk menindaklanjuti rekening liar departemen dan kementerian serta lembaga yang ditertitibkan. Sebanyak 260 rekening, kesimpulan tim supaya diserahkan kepada KPK untuk diteleiti lebih lanjut," ujar Hekinus.
Menurut Hekinus, jika sudah diserahkan kepada KPK, keputusannya ada pada KPK. Jika KPK memandang rekening itu akan diproses lagi secara legal, itu kewenangan KPK.
"KPK, kan ada persyaratannya untuk diproses atau tidak secara legal. Yang akan menyerahkan ke KPK, tentunya Menteri Keuangan, tambah Hekinus, yang juga masih menjabat sebagai Ketua Tim Penertiban Rekening Liar," katanya.
Lainnya ke BPKP
Lebih jauh, Hekinus menyatakan, dari hasil seleksi tim, sebanyak 387 rekening lainnya dengan nilai Rp 813, 6 miliar akan dimintakan kepada setiap Itjen departemen dan kementerian untuk dilakukan audit investigasi.
"Sebanyak 426 rekening lainnya dengan nilai Rp 365,3 miliar akan kami serahkan kepada Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan (BPKP) untuk diaudit investigasi lagi," lanjut Hekinus, serya menyatakan sebagian rekening lainnya ada yang sudah ditutup dan diklarifkasi.
Dikatakan Hekinus, pada Februari tahun lalu, pihaknya sudah mengumumkan ke publik jumlah rekening yang masih diseleksi sebanyak 32.000 rekening. Namun, pada invetarisasi rekening lainnya, Agustus 2007, jumlah rekening yang harus diklarifikasi bertambah jumlahnya menjadi sekitar 34.000 rekening.
Total jumlah rekening sebanyak 4.517 itu merupakan bagian dari 34.000 rekening yang diinventarisasi tim, jelas Hekinus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang