Wayang Kulit Buat Kampanye... Ancur Deh

Kompas.com - 13/10/2008, 21:36 WIB

BENGKULU, SENIN--Pergelaran wayang kulit yang digelar Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB) telah dimanfaatkan untuk ajang "kampanye", sehingga tujuan acara itu kurang terasa karena sudah dimasuki unsur politis.

"Kami tidak menduga kalau acara itu sudah ditunggangi oleh pejabat untuk dijadikan ajang kampanye 2009," kata Andum Basuki, salah seorang anggota PMJB di Bengkulu, Senin.

Menurut dia, menghadiri dan menonton acara wayang kulit itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kalangan masyarakat Jawa, karena acara khas Jawa itu jarang sekali digelar di Bengkulu.

Pergelaran wayang kulit dengan lakon "Bimo Maneges" yang digelar pada Sabtu (11/10) semalam suntuk dan menghadirkan dalang Ki H Anom Suroto dan Bayu Aji Pamungkas yang dihadiri ribuan massa itu, terkesan kurang meriah karena ada pejabat yang memanfaatkannya sebagai promosi jabatan pada Pilkada mendatang, kata Andum.

Ia mencontohkan saat awal pembukaan acara, Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamudin tanpa malu-malu mempromosikan kebehasilan dirinya selama memipimpin Bengkulu yang kini sudah memasuki tahun ketiga.

Gubernur yang sudah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung itu dan mengklaim dirinya bersih mengaku telah menjadikan tingkat perekonomian Provinsi Bengkulu masuk ke lima besar di tanah air dari sebelumnya berada pada posisi ke-32.

Dengan nada yang sudah mengarah ke "kampanye" itu, ribuan masyarakat Jawa Bengkulu yang hadir mulai merasa tidak nyaman karena sudah dipolitisir untuk kepentingan pejabat.

Karena itu Andum berharap, warga PMJB jangan sampai mau dipolitisasi karena PMJB didirikan untuk mempererat tali silaturahmi dan mendukung program pembangunan di Bengkulu tanpa terikat oleh pihak manapun dan siapapun.

PMJB yang mempunyai anggota cukup besar bukan tidak mungkin dimanfaatkan untuk tujuan politis, apalagi sekarang ini sudah ramai dengan kampanye jelang Pemilu 2009, katanya.

Ketua Umum PMJB H Sudoto ketika dihubungi teleponnya tidak aktif, namun salah seorang pengurus PMJB lainnya menjelaskan, pegelaran wayang kulit itu diselenggarakan untuk merayakan HUT ke-5 PMJB dan tidak bernuansa politis.

Ia mengakui kehadiran gubernur dan pejabat dalam acara itu yang dalam sambutannya berbau "kampanye", namun hal itu semuanya tergantung dari warga PMJB dan pengurus tidak akan mengarahkan karena merupakan hak politik seseorang.

Selain gubernur dalam acara itu juga hadir beberapa calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) antara lain H Bambang Soeroso, Drs H. Sumardhiko dan Sultan B. Najamudin yang juga adik kanding Gubenur Bengkulu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau