Jelang belarusia vs inggris

Terry dan Cole Absen, Ferdinand Jadi Kapten Lagi

Kompas.com - 14/10/2008, 00:14 WIB

LONDON, SENIN - Inggris belum bisa tampil full team saat melawan Belarusia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010, Rabu (15/10) nanti. Malah, pelatih Fabio Capello tidak bisa menurunkan dua pemain intinya, yakni kapten John Terry dan bek kiri Ashley Cole.

Ya, Terry masih bermasalah dengan cedera punggungnya, meskipun bek tengah Chelsea ini sebenarnya diharapkan sudah bisa tampil setelah absen lawan Kazakhstan, Minggu (12/10) dini hari WIB. Sementara itu, Cole diberikan waktu untuk memulihkan mentalnya setelah mendapat cemoohan dari suporter Inggris.

Dengan absennya Terry, maka Rio Ferdinand akan mendapatkan kesempatan kedua untuk mengenakan ban kapten pada laga yang rencananya berlangsung di Dinamo Stadium tersebut. Ini akan jadi momen terbaik bek Manchester United itu untuk membuktikan, dirinya juga layak jadi pemimpin The Three Lions setelah sukses menang di Wembley.

Bagaimana dengan Cole? Bek Chelsea tersebut pasti mengalami sedikit tekanan mental karena dia dicerca penonton lantaran membuat kesalahan yang berakibat terciptanya satu gol Kazakhstan. Padahal, laga tersebut berakhir dengan skor mencolok, yakni 5-1 untuk Inggris.

Tapi, alasan utama yang membuat Capello takkan memainkannya adalah karena cedera hamstring. Karena itu, bek yang tampil agresif tersebut takkan dipaksakan, apalagi duel melawan Belarusia mungkin agak ringan.

Menurut rencana, rombongan timnas Inggris akan terbang ke Minsk pada Selasa (14/10) pagi. Poin penuh tetap menjadi target Inggris sehingga satu tempat dari Grup Enam untuk maju ke putaran final bakal jadi milik mereka. (GL/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau