Jadi Caleg Partai Lain, PAN Recall 4 Kader di Jabar

Kompas.com - 14/10/2008, 01:01 WIB

BANDUNG, SENIN - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Jawa Barat menarik empat kadernya yang duduk di kursi legislatif pada sejumlah daerah Kota atau Kabupaten di Jabar. Mereka ditarik karena diketahui maju sebagai caleg untuk partai politik lain.

Kader yang ditarik ialah Nur Hasan (DPRD Kota Cimahi), Gunawan Hasan (DPRD Kabupaten Bogor), Saeful Hikmat Permana (DPRD Kabupaten Bandung), dan Boing S Jakaria (DPRD Kabupaten Subang). Nama mereka tercantum di daftarcalon sementara (DCS) sebagai caleg di sejumlah partai lain.

Nur Hasan dicalonkan Hanura, Saeful Hikmat dicalonkan PPP, Boing S Jakaria dicalonkan Partai Barnas, dan Gunawan Hasan dicalonkan PDK. Ketua DPW PAN Jabar Ahmad Adib Zain menyebut empat kader yang ditarik itu sebagai penumpang gelap dalam partai.

"Mereka orang-orang oportunis yang hanya mengambil keuntungan berupa aset ekonomi dan politik selama dibesarkan partai. Setelah menikmati kursi legislatif, mereka berpindah ke partai lain. Ini sungguh tercela," tegasnya, Senin (13/10), di Bandung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau