Pertempuran di Srilanka Tewaskan 85 Orang

Kompas.com - 14/10/2008, 04:53 WIB

KOLOMBO, SENIN - Helikopter Srilanka menembakkan roket-roket kepada para pemberontak Macan Tamil yang sedang membangun parit dalam tiga hari bentrokan. Sedikitnya 85 orang dilaporkan tewas seperti dirilis militer Srilanka Senin (13/10).

Pertempuran tersebut terjadi sekitar dua kilometer dari Kilinochchi, ibukota pemerintah Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE). Ini merupakan pertempuran paling berdarah sejak perseteruan kedua pihak makin intensif sejak Juli setelah gencatan senjata berakhir pada Januari.

"Pertempuran terakhir di sepanjang garis depan hutan lebat yang sangat beranjau dengan bunker beton dan parit itu, menewaskan 76 pemberontak dan melukai 92 orang yang lain, kata militer. Sembilan tentara tewas dan 52 luka-luka," kata pihak militer Srilanka. Helikopter serang Mi-24 meroket pemberontak yang menggunakan perlengkapan berat untuk membuat jalur parit dekat waduk Akkarayankulam Sabtu (11/10), persis di badat daya Kilinochchi.

Namun, LTTE enggan berkomentar mengenai serangan tersebut. Lagipula korban tewas itu hampir tidak mungkin dibuktikan karena kedua belah pihak biasa terlibat dalam penyimpangan jumlah korban dan akses ke medan perang tertutup bagi kebanyakan wartawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau