Palin Memang Suka Media

Kompas.com - 14/10/2008, 09:53 WIB

WASHINGTON, SELASA — Ada yang kontradiktif pada Sarah Palin. Sebagai calon wakil presiden AS dari Partai Republik, dia menjaga jarak dengan media. Sebaliknya, saat sebagai Gubernur Alaska, dia mengundang sebanyak mungkin media di dekatnya.

Selama 20 tahun berkarier politik di Alaska, sebelum calon presiden AS dari Partai Republik John McCain menunjuknya sebagai cawapres, Palin sudah menjadwalkan lebih dari 300 wawancara dan konferensi pers.

Pendek kata, berbagai media antre mewawancarainya. Dari yang mingguan hingga harian, dari majalah memancing hingga fashion. Dari agenda hariannya, Palin pernah muncul dalam The New Yorker, People, Time, Newsweek, Fortune, Forbes, Monocle (Inggris), The New York Times, The Washington Post, Wall Street Journal, hingga National Public Radio.

Sebuah organisasi media pernah mewawancarainya soal kebijakan energi AS, masalah hukum yang menyangkut tumpahan minyak Exxon Valdez, kasus korupsi di Alaska, hingga keputusan Washington memasukkan beruang kutub dalam daftar satwa hampir punah.     

Saat bekerja sama dengan pengusaha seafood Alaska, Palin pernah diwawancarai oleh O, The Oprah Winfrey Magazine, tentang makanan. Tulisan itu dimuat pada O edisi Juni lalu yang berbicara tentang cerdas memilih makanan. Nama Palin memang tidak disebut, tappada artikel itu ditulis produk laut Alaska 'sangat sehat'.   

Tiga bulan kemudian, setelah McCain menjadikannya cawapres, Oprah Winfrey yang notabene pendukung berat Barack Obama menolak menampilkannya pada acara talk show yang dipandunya. Kata Winfrey, dia hanya akan mengundang Palin atau kandidat lain setelah pemilu usai.     

Awalnya, kubu McCain membentengi Palin dari wartawan. Kemudian memberinya peluang berbicara dengan media, tapi melalui seleksi ketat. Sayangnya Palin tergagap-gagap dalam wawancara dengan Katie Couric dari CBS dan Charlie Gibson di stasiun TV ABC.    

Sebenarnya sangat mudah bagi media untuk mewawancarai ibu lima anak itu. Dia pernah menemui jajaran redaksi Anchorage Daily News, sebuah media lokal di Alaska, tanpa didampingi staf. Sebuah hal yang tak lazim untuk seorang pejabat tinggi.     

Juni lalu, majalah People mewawancarainya khusus tentang Trig, putra bungsunya yang mengalami down syndrome. Lorenzo Benet dari People terkejut karena Palin punya waktu untuknya serta host talk show Glenn Beck dari CNN.

Palin melakukan dua wawancara itu di sela-sela waktunya mengasuh Trig, menandatangani rancangan undang-undang, menemui tim energinya, serta mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan anggota dewan Alaska.

Editor majalah Vogue Rebecca Johnson juga kaget karena Palin tidak segan menemui kru televisi lokal yang tiba-tiba muncul di tengah wawancara dengan majalah mode itu. Kru televisi itu menanyakan pendapatnya tentang sebuah skandal politik. “Dia benar-benar suka bicara,” komentar Lorenzo Benet.ap/kis    

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau