WASHINGTON, SELASA — Ada yang kontradiktif pada Sarah Palin. Sebagai calon wakil presiden AS dari Partai Republik, dia menjaga jarak dengan media. Sebaliknya, saat sebagai Gubernur Alaska, dia mengundang sebanyak mungkin media di dekatnya.
Selama 20 tahun berkarier politik di Alaska, sebelum calon presiden AS dari Partai Republik John McCain menunjuknya sebagai cawapres, Palin sudah menjadwalkan lebih dari 300 wawancara dan konferensi pers.
Pendek kata, berbagai media antre mewawancarainya. Dari yang mingguan hingga harian, dari majalah memancing hingga fashion. Dari agenda hariannya, Palin pernah muncul dalam The New Yorker, People, Time, Newsweek, Fortune, Forbes, Monocle (Inggris), The New York Times, The Washington Post, Wall Street Journal, hingga National Public Radio.
Sebuah organisasi media pernah mewawancarainya soal kebijakan energi AS, masalah hukum yang menyangkut tumpahan minyak Exxon Valdez, kasus korupsi di Alaska, hingga keputusan Washington memasukkan beruang kutub dalam daftar satwa hampir punah.
Saat bekerja sama dengan pengusaha seafood Alaska, Palin pernah diwawancarai oleh O, The Oprah Winfrey Magazine, tentang makanan. Tulisan itu dimuat pada O edisi Juni lalu yang berbicara tentang cerdas memilih makanan. Nama Palin memang tidak disebut, tappada artikel itu ditulis produk laut Alaska 'sangat sehat'.
Tiga bulan kemudian, setelah McCain menjadikannya cawapres, Oprah Winfrey yang notabene pendukung berat Barack Obama menolak menampilkannya pada acara talk show yang dipandunya. Kata Winfrey, dia hanya akan mengundang Palin atau kandidat lain setelah pemilu usai.
Awalnya, kubu McCain membentengi Palin dari wartawan. Kemudian memberinya peluang berbicara dengan media, tapi melalui seleksi ketat. Sayangnya Palin tergagap-gagap dalam wawancara dengan Katie Couric dari CBS dan Charlie Gibson di stasiun TV ABC.
Sebenarnya sangat mudah bagi media untuk mewawancarai ibu lima anak itu. Dia pernah menemui jajaran redaksi Anchorage Daily News, sebuah media lokal di Alaska, tanpa didampingi staf. Sebuah hal yang tak lazim untuk seorang pejabat tinggi.
Juni lalu, majalah People mewawancarainya khusus tentang Trig, putra bungsunya yang mengalami down syndrome. Lorenzo Benet dari People terkejut karena Palin punya waktu untuknya serta host talk show Glenn Beck dari CNN.
Palin melakukan dua wawancara itu di sela-sela waktunya mengasuh Trig, menandatangani rancangan undang-undang, menemui tim energinya, serta mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan anggota dewan Alaska.
Editor majalah Vogue Rebecca Johnson juga kaget karena Palin tidak segan menemui kru televisi lokal yang tiba-tiba muncul di tengah wawancara dengan majalah mode itu. Kru televisi itu menanyakan pendapatnya tentang sebuah skandal politik. “Dia benar-benar suka bicara,” komentar Lorenzo Benet.ap/kis
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang