Harga Karet Jatuh, Kini Rp 3.500 per Kg

Kompas.com - 14/10/2008, 10:27 WIB

BANJARMASIN, SELASA — Kalangan petani dan penyadap karet di sentra perkebunan karet terbesar di Kalimantan Selatan di wilayah Banua Enam (Enam Kabupaten Utara Kalsel) belakangan ini kelabakan lantaran harga karet anjlok.
     
"Kami petani dan buruh penyadap karet merasa bingung kok tahu-tahu harga karet turun hingga 50 persen," kata beberapa petani karet melaporkan hal itu kepada Antara via telepon, Selasa.
     
Pihak petani dan penyadap karet tidak mengerti anjloknya harga karet yang begitu besar dalam sejarah perkaretan selama ini karena biasanya  naik turunnya harga karet secara berangsur-angsur antara 5 hingga 10 persen saja.
     
Oleh karena itu, petani dan penyadap karet meminta kepada pemerintah daerah atau pemerintah pusat menelisik penyebab turunnya harga yang begitu besar apakah hal itu karena spekulan atau karena masalah lain.
     
Memang ada yang menyebutkan, turunnya harga karet tersebut menyusul terjadinya krisis ekonomi di berbagai negara, terutama Amerika Serikat. Namun, isu itu diperkirakan hanya diembuskan kalangan spekulan.
     
Mereka mencontohkan harga karet jenis lum yang tadinya Rp 7.000 per kilogram kini hanya Rp 3.500 per kilogram. Murahnya harga karet ini sekitar setengah bulan terakhir ini saja, padahal harga yang bertahan di atas hampir setahun terakhir ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau