Tawuran Mahasiswa Kembali Meledak di Salemba

Kompas.com - 14/10/2008, 12:58 WIB

JAKARTA, SELASA — Puluhan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Yayasan Akutansi Indonesia (YAI) terlibat tawuran di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (14/10) siang. Selain lempar batu, para mahasiswa juga membakar ban bekas di jalan. "Mereka saling melempar batu sehingga mengganggu para pengguna jalan dan warga sekitar," kata Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Ike Erwin.

Ia mengatakan, tawuran itu tidak meluas ke tempat lain karena puluhan polisi langsung diturunkan untuk mengamankan lokasi kejadian. "Saat ini situasi telah terkendali. Tawuran dapat dilerai, namun kami tetap meminta para anggota tetap di sana untuk menjaga agar tawuran tidak kembali terjadi," katanya.

Menurut dia, belum ada tersangka pelaku tindakan anarkis tersebut yang ditangkap sebab fokus polisi saat ini adalah mengamankan lokasi. "Kami terus menjaga agar situasi tetap aman sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti biasa," katanya.

Menurutnya, setelah terkendali polisi akan mengambil langkah-langkah hukum dengan meminta keterangan pihak-pihak yang terlibat tawuran. Tawuran dengan saling melempar batu itu membuat Jalan Diponegoro terganggu hingga arus lalu lintas dari Matraman dan Salemba dialihkan ke Jalan Borobudur, Jakarta Pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau