BI Diminta Turunkan BI Rate

Kompas.com - 14/10/2008, 14:41 WIB

JAKARTA, SELASA - Bank Indonesia (BI) diminta untuk menurunkan suku bunga secara bertahap untuk mendorong penyaluran kredit sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi tahun depan.

"Saya kira saat ini BI Rate di hold dulu 9,50 persen terus kita turunkan secara bertahap, sebab inflasi hingga akhir tahun tetap akan mencapai 12 persen. Tahun depan suku bunga diturunkan untuk ekspansi kredit," kata pengamat ekonomi Tony A Prasetyantono di Jakarta, Selasa.

Menurut kepala ekonom BNI tersebut, BI harus memperhatikan penyaluran kredit untuk tahun depan terutama guna menopang pertumbuhan ekonomi yang akan melambat terutama akibat perlambatan perekonomian global.

"Dengan tingginya suku bunga kurang menguntungkan bagi sektor riil di Indonesia. Mungkin untuk beberapa bulan ke depan 9,5 persen masih bisa, namun hal ini tidak bisa berkelanjutan," katanya.

Ia mengingatkan pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan tak lebih dari lima persen. "Sementara asumsi pemerintah saat  ini 5,5-6,2 persen sebenarnya rasional bila ditopang sektor perbankan dalam penyaluran kreditnya," katanya.

Ia menambahkan, dampak peningkatan suku bunga acuan terhadap arus dana saat ini juga minimal, sebab dana asing saat ini juga masih terperangkap dalam krisis finansial di AS.

Direktur BRI, Sulaeman Arif Ariyanto sepakat denagan penurunan bertahap suku bunga acuan BI rate yang saat ini mencapai 9,5 persen. Menurut dia, penurunan suku bunga tersebut akan menekan biaya modal (cost of fund) sehingga suku bunga kredit dapat juga disesuaikan ke bawah. Dengan suku bunga yang tinggi saat ini membuat perbankan menekan laba dari kredit. "Meski demikian bank tetap untung," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau