JAKARTA, SELASA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Selasa (14/10), mengumumkan perseroan sedang dalam negosiasi dengan sekelompok pemodal institusi internasional untuk melakukan pembelian kembali saham (buy back) saham perseroan.
"Kami ingin memberikan siynal kepada pasar bahwa saham ADRO saat ini sudah undervalued (murah), harga saham turun di bawah nilai wajar. Hal ini terjadi mengingat pasar modal kita sedang mengalami krisis," kata Presiden Direktur ADRO, Garibaldi Thohir dalam siaran persnya, Selasa.
"Kami telah dihubungi oleh beberapa institusi keuangan internasional yang memiliki saham ADRO cukup signifikan dan menawarkan saham mereka untuk dijual kepada kami. Saat ini, kami sedang mengkaji dengan serius tawaran tersebut", tambahnya.
Garibaldi mengatakan, perseroan memiliki peluang untuk melakukan pembelian kembali saham demi menjaga agar harga saham ADRO tidak jatuh lebih dalam lagi. Langkah pembelian kembali saham ADRO ini akan memberikan tambahan opsi penggalangan modal di masa depan bagi perseroan.
Menurutnya, saham yang dibeli kembali tersebut nantinya dapat dijual untuk kebutuhan ekspansi usaha. Walaupun pembelian kembali saham tersebut dapat mengakibatkan naiknya rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) perseroan, struktur permodalan perseroan akan tetap kuat.
Sejauh ini, operasional perseroan tetap berjalan dengan baik dan dampak dari situasi krisis keuangan global dirasakan sangat minimum. Manajemen perseroan berharap langkah pembelian kembali saham ADRO ini dapat meningkatkan kepercayaan investor.
Jika langkah pembelian kembali saham ini berhasil, hal ini akan memberikan keuntungan kepada pemegang saham serta perseroan akan memperoleh aset yang baik dengan harga yang murah.
Menurut catatan yang dikutip dari situs BEI, hari ini, harga saham Adaro berada di angka Rp730 per lembar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang