Oktober, Seleksi CPNS di Sumut

Kompas.com - 14/10/2008, 20:17 WIB

MEDAN, SELASA - Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil di Sumatera Utara untuk formasi tahun 2008 kemungkinan besar digelar bulan Oktober ini. Untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tenaga kesehatan dan akuntan mendapat prioritas paling banyak untuk diterima.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Mangasing Mungkur, untuk formasi tahun 2008 ini Pemprov Sumut menerima 105 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dari jumlah tersebut, 55 orang di antaranya CPNS untuk tenaga kesehatan, berupa dokter dan perawat. "Sedangkan 50 orang sisanya, kami memprioritaskan tenaga akuntan. Jumlah tenaga akuntan yang kami butuhkan belum tahu persis, tetapi dari 50 orang tersebut, paling banyak nantinya kami menerima tenaga akuntan," ujar Mangasing di Medan, Selasa (14/10).

Dia mengungkapkan, mestinya penerimaan CPNS formasi tahun 2008 untuk tingkat kabupaten/kota juga digelar serentak pada bulan Oktober ini. Namun menurut Mangasing, masih ada pemerintah kabupaten/kota yang belum menyerahkan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan untuk formasi CPNS di daerah tersebut.

Dalam waktu dekat ini Pemprov Sumut akan menggelar rapat bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota. Kami akan meminta pemerintah kabupaten/kota yang belum menyerahkan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), untuk segera mengirimkannya. "Ini agar pelaksanaan seleksi CPNS bisa berlangsung serentak," kata Mangasing.

Menurut Mangasing, BKD Provinsi Sumut masih belum tahu, berapa banyak formasi CPNS yang dibutuhkan pemerintah kabupaten/kota. Sekarang ini kabupaten/kota menyerahkan data formasi CPNS yang dibutuhkan ke BKN langsung. "Kami sudah meminta BKN untuk memberitahukan ke provinsi agar kami juga bisa ikut membantu mengumumkannya," kata Mangasing.

Dalam rapat bersama pemerintah kabupaten/kota nanti, menurut Mangasing akan dibahas kerja sama seleksi penerimaan CPNS dengan pihak ketiga, yakni universitas. Pihak ketiga ini akan melakukan seleksi dan pemeringkatan terhadap tes CPNS. BKN juga harus selektif terhadap keinginan pemerintah kabupaten/kota terkait formasi ini. "Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan harus benar-benar dilihat, agar pemerintah kabupaten/kota jangan asal-asalan menerima CPNS," kata Mangasing.

Terkait penerimaan CPNS tahun 2008 untuk jalur honorer di lingkungan Pemprov Sumut, akan diterima sebanyak 647 orang pegawai honorer. Mereka akan dipilih sesuai dengan kriteria usia kritis, yakni mendekati 46 tahun, dan masa kerja sebagai pegawai honorer. "Untuk pegawai honorer ini kami sudah mengirimkan datanya ke BKN. Nanti BKN tinggal melihat, siapa saja yang akan diangkat menjadi CPNS sebanyak 647 orang," katanya.

Menurut Mangasing, di Pemprov Sumut masih terdapat sebanyak 425 tenaga honorer. "Sisa pegawai honorer yang ada ini akan diangkat menjadi CPNS pada formasi tahun 2009 mendatang," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau