MOJOKERTO, SELASA - Tingkat partisipasi politik di Kota Mojokerto untuk mengikuti pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada 4 November mendatang bisa antiklimaks.
Pasalnya, warga Kota Mojokerto pada 27 Oktober mendatang sudah harus melakukan pencoblosan untuk memilih walikota dan wakil walikota untuk periode lima tahun mendatang.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto melakukan pemutakhiran data pemilih untuk meminimalisir tingkat golput.
Ketua KPU Kota Mojokerto, Chusnun Amin, Selasa (14/10) menyebutkan upaya tersebut di antaranya dengan menyebar petugas untuk menempeli rumah-rumah calon pemilih dengan stiker penanda
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang