Gubernur Se-Indonesia Diberi Pengarahan SBY Soal Krisis Keuangan

Kompas.com - 15/10/2008, 14:19 WIB

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, RABU — Bertempat di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (15/10) pukul 14.00, mengumpulkan seluruh gubernur se-Indonesia. Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan memberikan pengarahan terkait dengan dampak dan penanganan krisis keuangan global.

Didampingi Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Presiden Yudhoyono disebut-sebut akan meminta daerah untuk ikut berpartisipasi meminimalkan dampak krisis keuangan di daerahnya dengan cara mempercepat penyerapan anggaran pemerintah yang didistribuskan ke daerah untuk pendanaan program dan proyek.

Sejak sidang kabinet paripurna yang diperluas di gedung ini juga, setidaknya Presiden Yudhoyono sudah memimpin rapat lebih dari enam kali, termasuk juga yang diselenggarakan di kediaman pribadi Presiden di Cikeas dan di Kantor Presiden, Kompleks Istana. Pada rapat yang pertama, Senin, Presiden Yudhoyono mengeluarkan 10 perintah untuk menteri dan dunia usaha dan pengamat ekonomi.

Adapun pada rapat kabinet di Kantor Presiden, Rabu, Presiden Yudhoyono mengeluarkan tiga perintah bagi penanganan krisis keuangan. Berapa perintah lagi yang akan dikeluarkan dalam rapat kali ini?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau