JAKARTA, RABU — PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) menyatakan tetap akan melanjutkan rencana ekspansinya meskipun terjadi krisis global. Selain akan membuka rute-rute internasional, pengadaan pesawat juga diyakini akan berjalan sesuai jadwal.
Sekretaris Perusahaan Lion Air Hasyim Arsal Al Habsi mengatakan, krisis finansial hanya berpengaruh terhadap jumlah pembayaran yang harus dilakukan terhadap sejumlah pesawat Boeing 737-900 ER. "Namun, rencana pengadaan tetap berjalan. November nanti pesawat yang ke-13 akan datang," kata Hasyim di Jakarta, Selasa (14/10).
Terlambat datangnya pesawat Boeing 737-900 ER ke-13 yang sedianya hadir Oktober bukan karena kendala pembayaran, tetapi karena pengaruh aksi mogok karyawan Boeing di Seattle, Amerika Serikat, yang terjadi bertepatan dengan akan diberangkatkannya pesawat tersebut sehingga kedatangannya terpaksa ditunda.
Seperti diketahui, Lion dengan Boeing telah meneken kontrak pembelian pesawat Boeing 737-900 ER sebanyak 178 unit dengan nilai puluhan miliar dollar AS. Sebelumnya, Lion telah menandatangani kontrak pembelian 56 pesawat senilai 4,4 miliar dollar AS.
Direktur Umum Lion Edward Sirait mengatakan, para agen pembayaran Lion dari luar negeri telah mengatakan bakal ada perubahan dalam pembayaran, tetapi belum disebutkan berapa besarannya. "Namun, mereka juga sudah menjamin, pembayaran bisa tetap berjalan. Apalagi, sekarang kondisi krisis sudah mulai membaik," kata Edward.
Arab
Terkait dengan dengan rencana ekspansi ke Arab Saudi yang jadwalnya bulan ini tetapi belum terealisasi, Edward mengatakan, hal itu terjadi karena kendala pengadaan pesawat Boeing 747-400 yang belum terealisasi. "Mudah-mudahan Desember nanti sudah datang sehingga pada awal 2009 penerbangan langsung Jakarta-Jeddah sudah bisa terealisasi," tandasnya.
Menurutnya, mengenai perizinan operasional ke Arab Saudi hingga kini telah dikantongi. Surat izin dari Departemen Perhubungan RI sudah ada, demikian pula dengan perizinan dari otoritas penerbangan negara bersangkutan yang telah ada. Selain akan ekspansi ke Arab, Lion juga merencanakan untuk membuka rute internasional lainnya, seperti ke Australia dan negara-negara di Timur Tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang