Rapimnas Golkar Tidak Akan Bahas Capres

Kompas.com - 15/10/2008, 15:32 WIB

JAKARTA, RABU - Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar yang akan diselenggarakan 17-20 Oktober mendatang kemungkinan belum akan membahas calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung Golkar dalam Pemilu 2009 mendatang. Wakil Sekjen DPP Golkar, Ruly Chaerul Azwar, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/10) mengatakan Rapimnas tidak akan membicarakan hal tersebut.

Ruly menegaskan bahwa berita-berita yang beredar soal calon dari Golkar maupun pasangan partai yang akan dipinang dan meminang, bahkan pernyataan langsung dari orang yang bersangkutan, bukanlah keputusan partai.

"Kita ingin melihat perkembangan dan kemampuan para calon. Kita hargai SBY dan JK menyampaikan secara pribadi-pribadi tapi partai belum bicara," ujar Ruly. Jika dilihat agendanya, Rapimnas Golkar yang rencananya diselenggarakan secara sederhana ini, termasuk puncaknya, memang tidak memuat sama sekali pembahasan soal capres dan cawapres.

Sementara itu, Ketua Steering Commitee Golkar, Andi Mattalata mengatakan materi Rapimnas yang disiapkan meliputi materi organisasi, pemenangan pemilu, dan pernyataan politik. Pembahasan materi organisasi akan memutuskan petunjuk pelaksanaan Musda yang akan digelar tahun depan, penentuan implementasi kebijakan caleg suara terbanyak, soal black campaign, dan penetapan daerah-daerah terlarang, evaluasi kelembagaan dan masalah organisasi dari DPD.

Andi mengatakan pembahasan mengenai capres dan cawapres bisa saja dilakukan dalam Rapimnas mendatang. "Kalau ada usulan bisa saja dibahas tapi tak akan diputuskan," ujar Andi di Jakarta, Rabu (15/10).

Selama Rapimnas juga akan ada pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa kepada Golkar. Andi menyatakan dalam pemberian penghargaan kali ini ada nuansa baru.

"Dulu hanya diberikan kepada tokoh paripurna yang biasanya senior. Sekarang, ada pemikiran untuk berani memberikan juga kepada org yang memberikan warna kepada eksistensi golkar, baik warna positif maupun lain-lain," tandas Andi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau