Tatar sunda

Di Mana Pondok Pesantren Tempat Muktamar NU?

Kompas.com - 15/10/2008, 16:18 WIB

Pondok Pesantren atau Ponpes Cipasung terletak di Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Ponpes ini didirikan tahun 1931 oleh KH Ruhiat. Cikal bakal kegiatan pesantren ini adalah majelis taklim. Karena respons yang begitu besar dari masyarakat, itu berkembang menjadi pondok pesantren.

Santri angkatan pertama 40 orang yang sebagian besar dari daerah sekitarnya. Selain itu masih ada santri yang tinggal di luar ponpes yang disebut santri "kalong" karena datang mengaji pada malam hari. Sekolah agama (madrasah diniyah) berdiri tahun 1935 di lingkungan ponpes. Selanjutnya, tahun 1937 didirikan Kursus Kader Mubaligh wal Musyawirin untuk memenuhi keperluan mubaligh yang makin meningkat. Tahun 1943, didirikan madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah.

Sepuluh tahun kemudian, tahun 1953, didirikan sekolah menengah Islam pertama. Setahun berikutnya didirikan madrasah ibtidaiyah. September 1965 dibuka Fakultas Tarbiyah Perguruan Tinggi Islam Cipasung yang kemudian berkembang menjadi Institut Agama Islam Cipasung.

Di bawah pimpinan KH Ilyas Ruhiat (putra KH Ruhiat), pimpinan ponpes sejak tahun 1977, Ponpes Cipasung berkembang menjadi lembaga pendidikan pesantren yang sangat kompleks, dari TK hingga perguruan tinggi.

Peristiwa besar di pesantren ini berlangsung tahun 1994, yaitu saat menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-29. Dalam muktamar itu, KH Ilyas Ruhiat terpilih sebagai Rais Aam Syuriah NU, sementara Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Ketua Pengurus Besar NU untuk ketiga kalinya.

Pesantren Cipasung saat ini dipimpin KH Dudung Abdul Halim yang menggantikan KH Ilyas Ruhiat yang meninggal pada 18 Desember 2007. Setiap tahun sekitar 5.500 santri menimba ilmu di ponpes ini. Sebanyak 1.500 santri di antaranya mondok di ponpes. (ERI/LITBANG KOMPAS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau