WASHINGTON, RABU - Para insinyur NASA masih memiliki peluang untuk memperbaiki teleskop ruang angkasa Hubble yang mengalami kerusakan teknis sejak 27 September lalu. Akibat kerusakan tersebut, selama lebih dari 2 minggu terakhir Hubble tidak dapat merekam dan mengirimkan foto-foto ke Bumi. Kerusakan utama terjadi pada sistem remote control-nya.
Namun, masih ada satu sistem komputer cadangan yang kemungkinan dapat dipakai. Sayangnya, komputer tersebut tidak pernah dinyalakan lagi sejak Hubble beroperasi di orbit Bumi pada tahun 1990. Mulai Rabu (15/10). Para insinyur berupaya dapat menyalakannya kembali dari pusat kontrol di Goddard Space Flight Center, Maryland, AS.
Rencananya, Hubble akan diperintahkan untuk mengubah mode operasinya ke safe mode. Kemudian, sistem kendalinya dialihkan ke sistem cadangan tersebut.
"Ini prosedur dan kompleks dan belum pernah kami lakukan dari awal sampai akhir," ujar Art Whipple, kepala insinyur dalam misi Hubble. Ia mengatakan lebih dari 50 orang bekerja sama memulihkan Hubble. Mereka siap bekerja 24 jam untuk menemukan masalah dan mengatasinya.
Jika proses tersebut berjalan lancar, ia berharap data pertama yang dikirimkan melalui sistem cadangan dapat diterima mulai Kamis dan pengiriman data dapat pulih kembali Jumat pagi. Sistem cadangan akan tetap dipakai sampai misi perbaikan langsung dikirim ke Hubble.
Peluncuran pesawat ulang alik ke Hubble rencananya dilakukan November depan. Namun, karena terjadi kerusakan misi ditunda dari rencana semula menjadi Februari 2009. Pada misi tersebut rencananya akan melakukan perbaikan besar-besaran termasuk mengganti suku cadang dengan komponen anyar agar Hubble dapat beroperasi lebih lama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang