JAKARTA, KAMIS - Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia pada pembukaan sesi Kamis (16/10) pagi langsung anjlok 5,03 persen, mengikuti merosotnya bursa saham global.
IHSG melorot 76,491 poin menjadi 1.443,916. Semua sektor di papan BEI langsung terjun ke zona merah, dengan dipimpin sektor miscellaneous industri, perkebunan, perbankan serta basic industry yang merosot lebih dari 5 persen. Indeks terkapar lebih rendah dibanding saat suspensi Rabu (8/10) lalu yang anjlok IHSG anjlok 10,38 persen menjadi tinggal 1.451,669.
Sementara indeks Kompas100 menyusut 22,277 poin (6,01 persen) ke posisi 348,623. Kemudian indeks LQ45 berkurang 6,67 persen pada 281,677. Serta Jakarta Islamic Index melemah 5,89 persen menjadi 224,903.
Melemahnya IHSG ini dipicu turunnya sejumlah saham-saham unggulan seperti, Astra Internasional melemah 1300 poin ke posisi 12.800, Astra Agro Lestari turun 900 poin ke posisi 8.400, Telekomunikasi Indonesia turun 650 poin ke posisi 6.500, Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam juga turun 550 poin ke posisi 5.200, Indocement Tunggal Prakasa turun 550 poin ke posisi 5.300.
Sementara itu, sejumlah harga saham membaik. Indosat naik 275 poin ke posisi 5500 poin, Bayan Resources naik 110 poin ke posisi 1280 poin, Trada Maritim naik 34 poin ke posisi 159 poin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang