Korban Selamat Titanic Lelang Barang Peninggalan

Kompas.com - 16/10/2008, 15:39 WIB

Satu-satunya korban selamat tersisa dari tragedi tenggelamnya Kapal Titanic terbelit masalah keuangan sehingga wanita bernama Millvina Dean (96) itu bermaksud melelang barang peninggalan tragedi tersebut untuk melunasi biaya rumah perawatan dirinya.

Dean baru berusia sembilan minggu ketika Titanic tenggelam di Atlantik Utara pada 1912. Di berharap mendapatkan 3.000 poundsterling dari penjualan barang peninggalan itu, termasuk pakaian yang diberikan kepadanya oleh warga New York setelah ia diselamatkan.

Juga dilelang adalah surat kompensasi yang dikirimkan Titanic Relief Fund kepada ibunya. Ibunya mendapatkan santunan 1 pounds 7 shilling dan 6 sen setiap pekan. Beberapa lukisan Titanic, termasuk saat Titanic meninggalkan Pelabuhan White Star di Southampton, juga ikut dilelang.
    
Dean pindah ke sebuah rumah perawatan pribadi di Ashurst, Hants, Inggris, dua tahun lalu. "Saya berada di sini dua tahun lalu setelah pinggulku patah. Saya kemudian kena infeksi dan telah berada di sini dua tahun. Saya tidak bisa tinggal di rumah lagi. Saya menjual ini semua karena saya harus membayar biaya perawatan," kata Dean kepada Southern Daily Echo, Kamis (16/10).

Keluarga Dean bermaksud menjadi imigran ke Kansas, AS, ketika Titanic tenggelam. Dean ditempatkan pada sebuah kantung plastik dan diselamatkan bersama ibu dan saudara lelakinya. Namun, ayahnya bernama Bertram Dean tewas bersama 1.500 korban lainnya.

Lelang akan berlangsung di Rumah Lelang Henry Aldridge and Son di Devizes, Wilts, Inggris, Sabtu (18/10). Dean adalah korban selamat tragedi Titanic terakhir setelah Barbara Dainton dari Cornwall meninggal dunia, tahun lalu, pada usia 96 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau