Satu-satunya korban selamat tersisa dari tragedi tenggelamnya Kapal Titanic terbelit masalah keuangan sehingga wanita bernama Millvina Dean (96) itu bermaksud melelang barang peninggalan tragedi tersebut untuk melunasi biaya rumah perawatan dirinya.
Dean baru berusia sembilan minggu ketika Titanic tenggelam di Atlantik Utara pada 1912. Di berharap mendapatkan 3.000 poundsterling dari penjualan barang peninggalan itu, termasuk pakaian yang diberikan kepadanya oleh warga New York setelah ia diselamatkan.
Juga dilelang adalah surat kompensasi yang dikirimkan Titanic Relief Fund kepada ibunya. Ibunya mendapatkan santunan 1 pounds 7 shilling dan 6 sen setiap pekan. Beberapa lukisan Titanic, termasuk saat Titanic meninggalkan Pelabuhan White Star di Southampton, juga ikut dilelang.
Dean pindah ke sebuah rumah perawatan pribadi di Ashurst, Hants, Inggris, dua tahun lalu. "Saya berada di sini dua tahun lalu setelah pinggulku patah. Saya kemudian kena infeksi dan telah berada di sini dua tahun. Saya tidak bisa tinggal di rumah lagi. Saya menjual ini semua karena saya harus membayar biaya perawatan," kata Dean kepada Southern Daily Echo, Kamis (16/10).
Keluarga Dean bermaksud menjadi imigran ke Kansas, AS, ketika Titanic tenggelam. Dean ditempatkan pada sebuah kantung plastik dan diselamatkan bersama ibu dan saudara lelakinya. Namun, ayahnya bernama Bertram Dean tewas bersama 1.500 korban lainnya.
Lelang akan berlangsung di Rumah Lelang Henry Aldridge and Son di Devizes, Wilts, Inggris, Sabtu (18/10). Dean adalah korban selamat tragedi Titanic terakhir setelah Barbara Dainton dari Cornwall meninggal dunia, tahun lalu, pada usia 96 tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang